Beberapa bukti ini menguatkan dugaan jika Korea Utara berada dibalik serangan siber WannaCry.
- Tim WowKeren
- Rabu, 17 Mei 2017 - 10:08 WIB
WowKeren - Belakangan publik tengah digegerkan atas serangan siber virus Wannacrypt atau yang biasa disebut WannaCry. Tidak tanggung-tanggung, korban dari ransomware ini berasal dari kurang lebih 150 negara.
Baru-baru ini, pakar keamanan siber Korea Selatan (Korsel) mengungkap dugaan jika Korea Utara (Korut) terlibat dalam serangan ini. Mereka mengklaim memiliki bukti jika negara komunis itu merupakan dalam dibalik WannaCry.
Kecurigaan itu mencuat lantaran WannaCry seringkali meminta tebusan dalam bentuk Bitcoin sebagai tebusan atas komputer yang terinfeksi. Direktur Hauri Inc, Simon Inc mengatakan jika Bitcoin merupakan cara yang kerap kali digunakan Pyongyang untuk mendapatkan uang sejak 2013.
Tidak hanya itu, Choi mengungkap jika pada tahun lalu ia sempat mendapat informasi jika peretas Korut tengah mengembangkan ransomware. Meski tidak diketahui apakah ransomware yang dimaksud adalah Wannacry atau bukan.
Selain Choi, bukti lain yang mengarah pada Korut juga ditemukan oleh peneliti di laboraturium Symantec dan Kaspersky. Mereka mengaku melihat adanya kesamaan antara WannaCry dengan serangan siber yang diduga dilakukan Korut di masa lalu.
Sementara itu, WannaCry kabarnya telah menyerang setidaknya 200 ribu pengguna termasuk organisasi dan institusi publik. Saat ini pemerintahan sejumlah negara telah memperingatkan warga dan juga melakukan sejumlah langkah antisipasi.
(wk/)