Heboh Komplain Program Bedah Rumah, Djarot Sebut Warga Seharusnya Bersyukur
Nasional

Begini pembelaan Djarot Saiful Hidayat atas keluhan warga terkait program bedah rumah.

WowKeren - Program Bedah Rumah Pemprov DKI Jakarta menuai polemik. Baru-baru ini dikabarkan banyak warga yang mengajukan komplain lantaran hasil dari pembangunan tersebut tidak sesuai keinginan mereka.

Beberapa warga mengeluh lantaran diminta untuk membayar Rp 150 ribu untuk pemasangan listrik. Sedangkan yang lain menyebutkan jika renovasi yang dilakukan tidak sampai tuntas. Ada juga yang mengungkap jika kediaman mereka yang semula terdiri dari tiga kamar diubah menjadi hanya satu.

Menanggapi berbagai keluhan tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat akhirnya buka suara. Ia mengatakan jika warga seharusnya membantu dan mengawasi saat rumah mereka tengah dibedah.


"Warga kita bantu, warga juga harus ikut bantu dong, pemilik juga harus awasin untuk rumahnya sendiri. Masa dia mau jadinya saja," jelasnya. "Prosesnya dia harus ikut pas bangunnya juga ikut, jangan setelah jadi kemudian komplain. Ketika dia cuek, ada yang pintunya kurang."

Djarot menegaskan jika program ini tentunya berbeda dari renovasi rumah biasa. "Enggak kalau kita bangun rumah kamu minta seperti di properti perumahan tambah ini tambah jni. Anda enggak bayar loh kita kita bantu. Oleh karena itu tolong yah jangan membayangkan bedah rumah seperti tinggal di perumahan," ujar Djarot.

Lebih lanjut, juga berharap warga bisa bersyukur dengan adanya program ini. "Listriknya bayarnya kan ke PLN pasti bayar masa mau gratisan semuanya, kita bangun sudah bantu berapa itu kalau mau hitung-hitungan berapa puluh juta. Masa enggak ada rasa bersyukurnya," terangnya.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait