Begini penjelasan Kapolres Simalungun terkait video mencekoki miras yang viral dan menuai kontroversi di medsos.
- Tim WowKeren
- Sabtu, 15 Juli 2017 - 08:55 WIB
WowKeren - Kepolisian Resor Simalungun Ajun Komisaris Besar Marudut Liberty Panjaitan menjadi sorotan baru-baru ini. Pasalnya beredar video dirinya mencekoki seorang pria yang belakangan diketahui bernama Bobby Purba.
Disebutkan jika Bobby sekarat usai dicekoki miras. Beredarnya video itu tak pelak langsung menuai beragam reaksi dari kecaman dari masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Marudut sendiri baru-baru ini menjelaskan jika hal tersebut hanya hoax semata. Ia menerangkan bahwa Bobby adalah sahabat lamanya dan saat itu ia justru berusaha mengajaknya keluar.
"Itu enggak benar, itu hoax, video juga editan dan potongan-potongan, waktunya juga diedit-edit. Saya ke dalam sudah dini hari. Kalau ada yang bilang BP masuk RS itu kan sudah bohong. Kita jam 12 siang (12/7) itu, press release, ada Bobby juga di situ dan sehat-sehat saja," jelasnya.
Marudut sendiri menduga jika video itu merupakan upaya untuk menjebak dan menjatuhkan namanya. Hal senada juga diungkap oleh Kepala Seksi Teknologi Informasi Polres Simalungun Ajun Inspektur Satu Gino Ginting.
"Saya dapat informasi itu di-setting dan saya disuruh duduk di situ karena sebelumnya polisi suka menangkap narkotik di situ. Informasinya demikian," ujar Gino. "Logikanya, kalau keluar hasil rekaman CCTV, ada keterangan penyitaan dulu. Kejadian tanggal 12 (Juli) lalu itu video bisa beredar tanggal itu juga. Bagaimana logikanya?"
(wk/)