Tukul masuk dalam daftar artis yang menunggak pajak yang dipublikasikan oleh Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Jakarta.
- Tim WowKeren
- Kamis, 24 Agustus 2017 - 13:34 WIB
WowKeren - Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Jakarta merilis daftar nama artis penunggak pajak. Mereka juga mempublikasikan jumlah kendaraan motor milik artis yang masa berlaku pajaknya telah habis.
Data tersebut merupakan bagian dari pendataan BPRD terhadap ribuan warga ibu kota yang belum melunasi pembayaran pajak kendaraan bermotor. Kepala BPRD Edi Sumantri mengatakan, pemerintah memberikan waktu kepada masyarakat untuk segera menyelesaikan tunggakan pajaknya tersebut hingga 31 Agustus 2017.
"Karena kan dari Juli sampai Akhir Agustus itu kan kami sudah memberikan kemudahan dan kelonggaran kepada wajib pajak yang menunggak denda akan dihapuskan," kata Edi pada Suara.com, Kamis (24/8). "Jadi segera selesaikan dan tunaikan kewajibannya membayar pajak."
Para artis yang dimaksud adalah Anjasmara (1 Toyota Fortuner: jatuh tempo Juli 2017, 2 Kijang Innova: jatuh tempo Februari 2016 dan Mei 2017 dan 1 Isuzu Panther: jatuh tempo Juni 2010), Tukul Arwana (Honda GL 125 K: jatuh tempo Oktober 2016) dan Roro Fitria (Porsche Boxter: jatuh tempo Februari 2015). Ada pula nama Ahmad Dhani (Mitsubishi GS41: jatuh tempo Desember 2013, Honda Jazz : jatuh tempo Maret 2007, Chrysler NEON: jatuh tempo Februari 2015, Chrysler 300c: jatuh tempo Februari 2012), Deddy Corbuzier (Toyota Vellfire: jatuh tempo Juni 2014) serta Raffi Ahmad sekeluarga (12 kendaraan mewah). Selain itu, Bella Shofie dan Gading Marten juga masuk dalam daftar itu.
Baik Raffi, Gading hingga Deddy telah menyangkal kalau mereka menunggak pajak. Deddy bahkan sampai ngamuk di akun sosial medianya.
"Jadi sejak kemarin sampai tadi itu saya dikejar-kejar sama media karena ada selebriti dengan inisial DC yang katanya enggak bayar pajak. Well to confirm to you if you're media. It is not me," kata Deddy. "Because I pay tax and I'm still rich. Because I'm a good person. I'm a good citizen. I'm a good Indonesian people. I'm a good tax payer. I'm a good father. I'm a good whatever. I'm just good."
Berbeda dengan Deddy, Tukul Arwana malah menanggapi dengan santai. Ia menegaskan selalu taat membayar pajak karena bagian dari kewajiban sebagai warga negara.
"Saya dibilang menunggak pajak? Hoax itu, Alhamdulillah saya taat pajak kok. Saya selalu tepat waktu (membayar) listrik, PLN, telepon. Enggak ada, saya enggak pernah nunggak pajak," kata Tukul. "Bayar pajak itu kan kewajiban makanya saya rajin bayar biar barokah hidup saya."
(wk/)