Sikap Aung San Suu Kyi masih dipertanyakan sementara juru bicara Zaw Htay telah merespon tawaran gencatan senjata dari gerilyawan Rohingya (ARSA).
- Tim WowKeren
- Senin, 11 September 2017 - 13:17 WIB
WowKeren - Aung San Suu Kyi masih belum bertindak menangani krisis kemanusiaan di Myanmar terkait muslim Rohingya. Bahkan ia juga masih bungkam meski sempat diprotes sejumlah aktivis untuk mengembalikan Nobel Perdamaian yang diterimanya.
Belakangan ini, terkait serangan terhadap warga Rohingya, ternyata Tentara Pembebasan Rohingya Arakan (ARSA) menawarkan gencatan senjata untuk pemerintah Myanmar. Sayang, juru bicara pemimpin de facto Myanmar, Zaw Htay menolak tawaran tersebut.
Melalui akun Twitternya, Zaw Htay menegaskan Myanmar tidak akan bernegoosiasi dengan teroris. "Kami tidak memiliki kebijakan untuk bernegosiasi dengan para teroris," demikian katanya.
We have no policy to negotiate with terrorists. #ARSA terrorists #Rakhine #Myanmar pic.twitter.com/IQStAN9afI
— Zaw Htay (@ZawHtayMyanmar) September 10, 2017
Sebelum itu, seperti dilansir dari BBC, Senin (11/9), ARSA mengatakan akan menghentikan operasi militer selama sebulan untuk memungkinkan penyaluran bantuan kemanusiaan di Negara Bagian Rakhine. Wilayah tersebut merupakan tempat sebagian besar warga Rohingya di Myanmar.
(wk/)