Mangkir Panggilan KPK, Ini Sederet Alasan yang Digunakan Setya Novanto
Nasional

Intip juga jawaban KPK soal asalan yang digunakan Novanto untuk mangkir panggilan berikut ini.

WowKeren - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (13/11) lalu resmi kembali menetapkan Setya Novanto sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan E-KTP. Pada Senin (13/11) kemarin, Novanto pun dijadwalkan datang ke KPK untuk menjalani pemeriksaan.

Sayangnya, pimpinan DPR RI itu lagi-lagi tak datang memenuhi panggilan. Bukan karena sakit, Novanto ternyata mengajukan alasan mulai dari hak imunitas dengan landasan hukum sampai izin Presiden yang harus dipenuhi KPK sebelum memanggilnya.

Dalam hal tersebut, KPK pun menegaskan jika hak imunitas anggota DPR bukan berarti seseorang bisa kebal hukum. Apalagi untuk Novanto yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, pemeriksaan seharusnya tetap bisa dilakukan.

"Terkait alasan baru yang gunakan hak imunitas atau kekebalan, tentu jangan sampai itu dipahami ada orang-orang orang yang kebal secara hukum sehingga tidak bisa dilakukan pemeriksaan atau ada batasan. Apalagi untuk dugaan tindak pidana korupsi dan hak imunitas terbatas saya kira," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah dilansir Detik.

"Diatur dalam UUD sampai UU MD3, lebih terkait pada pelaksanaan tugas atau pernyataan yang disampaikan. Hak imunitas tidak mencakup bisa melindungi orang karena diduga melakukan korupsi atau mengetahui informasi terkait korupsi," imbuh Febri.

Untuk izin dari Presiden sendiri, Febri menuturkan KPK akan mempelajari hal tersebut apa memang dibutuhkan atau tidak. "Tentu kami pelajari lebih dulu, misalnya terkait apa dibutuhkan persetujuan Presiden atau tidak, saya kira itu cukup jelas, banyak ahli juga mengatakan ketentuan UU MD3 itu tidak bisa diterapkan dalam konteks dugaan kasus e-KTP. Apalagi pemanggilan sebagai saksi," pungkas Febri.

Loading...

You can share this post!

Related Posts