Berikut ini pengakuan Liam soal masa-masa gelap dan sulit yang dijalaninya saat 1D sedang berada di puncak karir.
- Tim WowKeren
- Kamis, 23 November 2017 - 20:21 WIB
WowKeren - Berada di puncak popularitas tak selamanya menjamin kebahagiaan, setidaknya itulah yang dialami Liam Payne, personel One Direction. Hal tersebut diungkapkannya lewat wawancara dengan The Sun belum lama ini.
"Normalnya aku tidak bisa menjalani kegiatan sebanyak yang aku jalani (saat bersama One Direction), kalau aku boleh jujur, kalau aku benar-benar jujur," kata Liam. "Keluar dan memasang senyum di wajahku dan menyanyi, jujur, kadang-kadang rasanya seperti pakai kostum dan orang-orang tidak melihat apa yang ada di baliknya."
Liam juga menambahkan kalau One Direction tidak punya kesempatan untuk merayakan kesuksesan mereka karena terlalu sibuk. Situasi yang memburuk mencapai puncaknya saat Liam terkena gejala serangan panik hingga membuat 1D membatalkan konser mereka di Belfast pada 2015. Saat itu, Liam juga baru saja putus dengan Sophia Smith.
"Semakin sering kami melakukannya, menurutku kami tidak cukup beristirahat dan merayakan betapa luar biasa segala sesuatunya dan aku pikir itulah yang membuat kami tidak tahan pada akhirnya," ujar Liam. "Aku membiarkan semuanya mempengaruhiku hari itu (di Belfast). Aku tidak sedang berada di tempat yang baik. Dan sayangnya aku sedang menjalani masa sulit dan aku membiarkannya mempengaruhiku lebih dari yang seharusnya."
Liam menambahkan kalau hiatus adalah pilihan terbaik pagi para personel One Direction meski hal itu membuat para penggemar sedih. Menurutnya, ia dan para personel yang lain butuh waktu sejenak untuk menjauh dari satu sama lain.
"Kami butuh poin realisasi untuk menemukan cinta untuk musik lagi alih-alih menjadikannya sekedar profesi," kata Liam. "Sekarang aku sudah memandangnya (musik) dengan cara yang jauh berbeda dari caraku memandangnya dulu."
(wk/)