Belum Mendapat Jawaban dari Facebook, FPI Akan Demo Lagi?
Nasional

Kalau tidak mendapat jawaban dari facebook, FPI minta pemerintah untuk mendukung aksi mereka.

WowKeren - Massa FPI dan sejumlah ormas islam baru saja menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Facebook Indonesia pada Jumat (12/1) kemarin. Mereka menuntut penjelasan Facebook mengenai penutupan beberapa akun terkait FPI.

Aksi yang digelar FPI ini bahkan diikuti oleh ribuan massa. Kantor Facebook sendiri dijaga ketat oleh 1.200 personil kepolisian dan TNI.

Juru bicara FPI, Slamet Maarif, menyebutkan bahwa pihaknya saat ini belum mendapatkan jawaban dari Facebook Indonesia. Menindaki hal tersebut, mereka akan menggelar musyawarah untuk menentukan kebijakan selanjutnya.

"Belum ada jawaban dari Facebook," ujar Slamet. "Besok baru dimusyawarahkan."

Usai menggelar aksi unjuk rasa, sayangnya pihak Facebook belum bisa ditemui. Perwakilan FPI dan sejumlah ormas kemudian memberikan waktu kepada Facebook untuk memberikan jawabannya hingga Senin (15/1).


"Hari Senin batas waktu yang kita minta kepada Facebook, melalui manajer pengelolaan geduk disaksikan Kapolres dan Dandim," kata pembina Presidium Alumni 212, Eggi Sudjana. "Jelas itu instansinya. Yang kedua kita tunggu sampai Senin jika tidak ada jawaban, baru kita bergerak lagi. Apakah bergeraknya seperti tadi, Kita menuntut pemerintah untuk berpartisipasi untuk membela rakyatnya. Kita minta tunggu sampai Senin."

Terkait tuntutan FPI, hari ini, Senin (15/1), pihak Facebook telah memberikan jawabannya. Mereka mengungkapkan bahwa Facebook ingin orang yang menggunakannya merasa aman dan nyaman. Mereka akan menghapus konten yang melanggar. Konten tersebut terkait dengan standar komunikasi yang dibuat oleh Facebook.

"Kami ingin agar semua orang yang menggunakan Facebook merasa aman dan nyaman saat mereka berbagi cerita maupun berhubungan dengan teman dan keluarganya," ungkap perwakilan Facebook, seperti dilansir Detik.com pada Senin (15/1). "Namun kami akan menghapus konten yang melanggar Standar Komunitas yang telah ditetapkan.

Menurut pihak Facebook, standar komunitas itu dibuat untuk mencegah adanya organisasi atau individu yang menyerukan ujaran kebencian. Tak hanya itu, seruan kekerasan terhadap pihak lain yang memiliki pandangan berbeda dengan mereka pun diwaspadai.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait