Penampilannya di Grammy yang membaca buku tentang Trump dikaitkan dengan kekalahan Hillary dalam Pemilu AS.
- Tim WowKeren
- Selasa, 30 Januari 2018 - 10:00 WIB
WowKeren - Ajang penghargaan Grammy Awards baru saja digelar pada Senin (29/1) kemarin. Penghargaan yang ditujukan bagi para pelaku industri musik tersebut memberikan sebuah kejutan besar. Tanpa diduga, Hillary Clinton, mencul dan membacakan sebuah narasi di video pendek yang diputar pada saat acara.
Saat itu, Hillary menjadi narator dan membaca bagian terkenal tentang kecintaan Trump pada makanan cepat saji. Penampilannya pun mendapat teriakan keras dari para penonton.
"Ia sudah lama takut diracun, itu menjadi alasan mengapa ia suka makan McD*nald," ujar Hillary. "Tidak ada yang tahu ketika ia datang dan makanan mereka sudah dibuat dengan aman."
Akibat guyonan ini, Duta Besar AS untuk PBB, Niki Halley, mengungkapkan rasa marahnya. Ia menuliskan lewat media sosial Twitter miliknya beberapa saat setelah video tersebut tayang. Ia mengatakan bahwa seharusnya Grammy tidak dicemari dengan politik.
I have always loved the Grammys but to have artists read the Fire and Fury book killed it. Don’t ruin great music with trash. Some of us love music without the politics thrown in it.
— Nikki Haley (@nikkihaley) 29 Januari 2018
"Aku selalu suka Grammy," tulis Niki. "Tapi, untuk melihat para artis membaca buku 'Fire and Furry' sudah merusak kesukaanku. Jangan merusak musik yang bagus dengan sampah. Beberapa dari kita mencintai musik tanpa ada politik yang diceburkan di dalamnya."
Selain Niki, Donald Trump Jr juga mengungkapkan kekecewaannya pada video tersebut lewat akun Twitter miliknya. Ia menduga bahwa Hillary melakukan penampilan tersebut untuk menyindir Trump.
Pasalnya, Hillary kalah saat pemilihan Presiden AS. "Diminta untuk membaca kutipan fake news (berita palsu) di Grammy sepertinya merupakan hadiah penghiburan yang hebat karena kehilangan kursi kepresidenan," tulis Trump Jr.
Getting to read a #fakenews book excerpt at the Grammys seems like a great consolation prize for losing the presidency. #GrammyAwards
— Donald Trump Jr. (@DonaldJTrumpJr) 29 Januari 2018
Buku "Fire and Fury: Inside the Trump White House" karangan Michael Wolff ini dirilis pada 5 Januari tahun 2018 lalu. Buku itu membongkar segala tingkah laku Trump yang tak diketahui oleh publik, termasuk dalam hal kejiwaannya.
Usai buku itu rilis dan menimbulkan kehebohan, Gedung Putih mengambil sikap. Mereka langsung mengecam buku kontroversial tersebut.
(wk/)