Jokowi Dianggap Pencitraan Jadi Imam di Afghanistan, Ketua MPR: Dia Sudah Biasa
Nasional

Kunjungan Jokowi ke Afghanistan di tengah serangan bom banyak mendapatkan respon dari berbagai pihak.

WowKeren - Presiden Indonesia, Joko Widodo, baru saja menyelesaikan kunjungannya ke lima negara, yakni Sri Lanka, Bangladesh, India, Pakistan dan Afghanistan. Diantara kelima negara tersebut, kunjungannya ke Afghanistan rupanya banyak menjadi sorotan. Selain memutuskan tetap datang di tengah banyak serangan bom, Jokowi yang sempat menjadi imam salat di sana juga banyak diperbincangkan.

Pada saat kunjungannya di Afghanistan pada Senin (29/1), Jokowi memang sempat menjadi imam salat zuhur. Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, menjadi makmum dan berada di saf paling depan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPR, Fadli Zon, menilai hal itu sebagai bentuk pencitraan yang bagus. Ia mengungkapkan bahwa hal yang dilakukan Jokowi sebenarnya adalah hal yang biasa saja. Pada dasarnya Jokowi memang imam bagi rakyat Indonesia.

"Saya kira kalau jadi imam ya bagus-bagus saja. Saya kira itu pencitraan yang baguslah," ujar Fadli. "Kalau imam salat kan biasa ya. Presiden sebetulnya imam dari rakyat Indonesia dan imam itu harus bisa membawa apa yang diharapkan."


Sementara itu Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, justru malah memuji tindakan Jokowi. Dia berharap kunjungan Jokowi ke Afghanistan bisa membawa manfaat. Terkait menjadi imam salat, Hidayat menyebutkan bahwa bacaannya bagus dan sudah biasa menjadi imam.

"Nanti dengan fungsi beliau menyatukan dan jadi imam bahkan makmumnya Presiden Afghanistan dan sebagainya, mudah-mudahan akan membekas tentang betapa seorang pemimpin tetap hamba Allah yang melakukan salat, jadi imam dan diikuti," ungkap Hidayat. "Alhamdulillah, (qiraah-nya) oke, good. Jadi saya senang Pak Presiden kita jadi imam. Jadi kalau yang di Afghanistan itu karena dia sudah biasa jadi imam,"

Kunjungan Presiden Jokowi ke Afghanistan ini berlangsung pada Senin (29/1) kemarin. Di tengah banyak serangan bom dan tembakan yang meneror Ibu Kota Kabul, Presiden memutuskan untuk tetap melaksanakan kunjungannya. Kehadirannya di Afghanistan disambut hangat oleh Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani.

(wk/)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!