Perbedaan sikap di antara alumni 212 memang bukan pertama kali ini terjadi.
- Tim WowKeren
- Rabu, 31 Januari 2018 - 08:01 WIB
WowKeren - Para alumni aksi 212 baru saja menggelar Musyawarah Nasional yang diadakan di Bogor pada Kamis (25/1) sampai dengan Sabtu (27/1) kemarin. Hasilnya, mereka memutuskan untuk mengganti namanya menjadi Persaudaraan Alumni 212. Sebelumnya, para alumni ini menamakan dirinya sebagai Presidium Alumni 212.
Perubahan nama organisasi tersebut nampaknya menimbulkan konflik internal. Akibatnya, anggota kelompok masyarakat yang terlibat aksi 212 ini harus terbelah menjadi dua kubu. Hal itu disebabkan karena sebagian anggota tidak setuju dengan pergantian nama organisasi mereka.
Juru bicara Presidium Alumni 212, Aminudin, menyatakan bahwa kubu pimpinan Umar Al Hamid ini tidak pernah memutuskan adanya perubahan nama. Sementara itu, kubu yang dipimpin oleh Slamet Maarif menyatakan bahwa mereka resmi berganti nama dari Presidium Alumni 212 menjadi Persaudaraan Alumni 212.
Dewan Pembina PA 212 kubu Slamet, Eggi Sudjana, bahkan menegaskan bahwa hanya nama Persaudaraan Alumni 212 yang telah legal. Nama ini pun sudah mendapat restu dari pimpinan FPI, Rizieq Syihab.
Meski mengaku bahwa nama Persaudaraan Alumni 212 lah yang legal, kubu Umar Al Hamid tetap mencantumkan Rizieq sebagai Ketua Pembina Presidium. Pihaknya juga menyatakan bahwa langkah-langkah penguatan internal organisasi akan dibicarakan dengan sejumlah ulama, termasuk Rizieq.
Perbedaan sikap di antara Alumni 212 memang bukan pertama kali terjadi. Massa jebolan aksi 212 ini sebelumnya juga berbeda sikap soal pembentukan Garda 212. Garda itu dibentuk untuk memberi akses kepada alumni 212 agar bisa terjun menjadi calon anggota legislatif.
(wk/)