Bryan Domani membeberkan tetang aturan blur yang ternyata disalah-pahami oleh stasiun televisi. Begini penuturannya..
- Tim WowKeren
- Jumat, 02 Maret 2018 - 23:11 WIB
WowKeren - Belum lama ini Bryan Domani mengunjungi KPI (Komisi Penyiaran Indonesia). Bintang sinetron "Siapa Takut Jatuh Cinta Reborn" itu mengungkapkan kesan-kesannya setelah mengunjungi kantor KPI.
Dalam kesempatan itu Bryan jadi lebih memahami soal Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS). Ternyata, menurut Bryan banyak stasiun televisi yang salah kaprah terkait pemahamannya tentang peraturan tersebut.
Salah satunya adalah tentang aturan memberikan blur pada tayangan. Bryan mengungkapkan bahwa ia kini semakin memahami tayangan apa saja yang perlu di-blur ataupun tidak.
"Ternyata KPI itu lebih simpel. Banyak hal yang dilakukan televisi bukan aturan dari KPI, semisal apa-apa diblur," ujar Bryan Domani di kantor KPI, Jakarta Pusat, Kamis (1/3). "Itu ketakutan mereka sendiri, mereka salah persepsi dengan aturan KPI. Ada yang dikira nggak boleh tapi sebenarnya boleh-boleh aja."
"Kayak aku adegan berenang tapi sama krunya disuruh pakai kaos. Ternyata nggak perlu," tambahnya. "Karena konteks ceritanya memang berenang, bukan yang sengaja buka baju. Cewek juga nggak papa asal nggak banyak disorot bagian dada, paha dan bokong."
Selain itu Bryan juga sempat bertanya pada KPI tentang adegan luka dalam tabrakan yang pernah ia lakoni. Aktor berusia 17 tahun ini pun jadi paham bahwa luka dalam tabrakan sah-sah aja ditayangkan asalkan tidak terlalu berdarah-darah.
"Aku pernah adegan tabrakan tapi lukanya memar doang, pas tanya katanya nggak boleh KPI. Padahal boleh cuma jangan berdarah-darah," tutur Bryan. "Kalau tabrakan memar doang malah jadinya aneh."
(wk/)