Tanggapan Vidi Aldiano Terhadap Bom Gereja Surabaya, Lokasi Toko Persis Tempat Kejadian
Instagram/vidi
Selebriti

Vidi merasa kesal karena lokasi pengeboman itu dekat dengan toko miliknya.

WowKeren - Tragedi pengeboman tiga gereja di Surabaya membuat masyarakat Indonesia kembali resah akan teroris. Pengeboman itu terjadi pada Minggu (13/5) pukul 07.00 WIB.

Terkait tragedi itu, salah satu penyanyi Tanah Air, Vidi Aldiano ikut memberikan tanggapannya. Vidi merasa kesal atas kejadian itu. Menurut Vidi, pelaku pengeboman termasuk orang yang kurang berpendidikan dan memiliki mental yang jelek.


"Ya terbukti ada aksi terorisme karena kurang pendidikan, mentalnya jelek, nggak punya otak," kata Vidi saat ditemui di bilangan Senayan, Jakarta Pusat. "Gue kesel banget. Menurut gue itu tanda kalau Indonesia lagi gawat darurat."

Vidi masih tidak percaya di jaman yang sudah secanggih ini masih ada orang yang berpikir membela sesuatu hingga mati-matian. Penyanyi kelahiran tahun 1990 ini juga menyayangkan tragedi bom bunuh diri itu mengajak anak kecil untuk melancarkan aksi mereka.

"Gila man tahun 2018 kok masih ada orang yang berpikir radikal. Buat gue itu kesel dan pengen ngumpat rasanya," lanjut Vidi. "Itu katanya yang bawa bom ibu dan bawa-bawa anak, gue nggak ngerti pola pikir bagaimana. Itu gue pikir mindset orang Indonesia memang masih harus diperbaiki lagi."

Salah satu lokasi pengeboman itu terjadi di kawasan jalan Diponegoro. Vidi mengaku jika dia memiliki toko bisnis di sana. Melihat berita mengenai pengeboman yang terjadi di dekat toko miliknya, membuat Vidi merasa khawatir terhadap karyawannya. Vidi langsung menghubungi mereka untuk memastikan jika mereka baik-baik saja. Terlebih Vidi memiliki karyawan yang non muslim dan pergi beribadah ke gereja di hari Minggu.

"Iya itu dekat toko gue bomnya. Gue bangun tidur baca berita dan bikin gue kesel, marah, sedih," kata Vidi. "Langsung (gue cek). Gue dengar berita itu gue telepon dan cek semua tim gue yang di sana."

"Terutama non muslim, kan mereka harusnya ke gereja," tambah Vidi. "Pagi-pagi dan toko gue itu memang di Jalan Diponegoro, di satu pos situ. Alhamdulillah aman."

Dalam kejadian itu, terdapat 13 korban yang meninggal dunia. Sementara korban luka-luka berjumlah 41 orang. Bom itu berlangsung di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel Madya, Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Jalan Diponegoro, dan Gereja Pantekosta Pusat di Jalan Arjuna.

You can share this post!

Related Posts
Loading...