Tak ingin rumor berkembang, Ustaz Abdul Somad mengaku jika video ceramahnya telah dipotong oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Ia pun menjelaskan secara rinci perihal isi ceramahnya tersebut.
- Diah Candra Trisanti
- Selasa, 15 Mei 2018 - 13:57 WIB
WowKeren - Kasus bom bunuh diri yang terjadi dua hari berturut-turut di Surabaya membuat masyarakat mengecam keras aksi terorisme. Di tengah keresahan publik, beredar video ceramah Ustaz Abdul Somad mengenai bom bunuh diri.
Tak ingin rumor berkembang, Ustaz Abdul Somad mengaku jika video ceramahnya telah dipotong oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Ia pun menjelaskan secara rinci perihal isi ceramahnya tersebut.
"Dua hari ini video saya menjawab pertanyaan di (Masjid) An-nur lebih kurang 2-3 tahun yang lalu diviralkan lagi tapi video itu di-cut, dipotong," ujar Ustaz Abdul Somad dalam video yang beredar di YouTube. "Saya masih ingat tempat lokasi masjid itu An-Nur (dalam) kajian subuh (pada hari) Sabtu."
Rupanya ceramah tersebut bermula dari pertanyaan seorang jemaah tentang bom bunuh diri yang dilakukan masyarakat Palestina. Dalam menjelaskan jawabannya tersebut, Somad juga sempat mengutip Kitab Shahih Muslim dan pandangan dari para ulama besar Islam, mulai dari Al-Ghazali, Syekh Yusuf, hingga Syekh Al-Bani.
"Saya menjawab bahwa jangan katakan itu bom bunuh diri tapi katakanlah itu gerakan mati syahid, karena saudara kita di Palestina itu bukan bunuh diri tapi mati syahid," jelas Ustaz Abdul Somad. "Lalu video itu dipotong ketika beberapa saat yang lalu ada meledak bom panci di Kampung Melayu, video itu viral, lalu yang belakangan ini di (bom) Surabaya (video) viral lagi. Nanti ada kompor orang meletup viral video itu lagi. Perlu diluruskan."
Sontak video klarifikasi Ustaz Abdul Somad itu menuai banyak reaksi netter. Banyak netter yang ikut bersimpati dengan fitnah yang ditujukan kepada Ustaz Abdul Somad.
"Di fitnah lagi, moga sehat selalu ustad abdul somad," tulis salah seorang netter. "Semoga Allah selalu memberikan kesehatan dan kemuliaan untuk pak Ustadz, aamiin ya rabbal aalaamiin..."
Seperti diketahui, ledakan bom terjadi di tiga gereja Surabaya, yakni yakni Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela Jl Ngagel Madya, Gereja Pante Kosta Jl Arjuno dan GKI Jalan Diponegoro pada Minggu, 13 Mei 2018 sekitar pukul 07.30 WIB. Sedangkan pada Senin, 14 Mei 2018, Polrestabes Surabaya juga mendapat serangan.
(wk/diah)