Cerita Lengkap Dibalik Perjalanan EXO Dari 12 Orang Hingga 9 Orang
Musik

Tak banyak yang tahu bagaimana kisah dibalik perpecahan yang terjadi di tubuh EXO hingga menyisakan 9 orang.

WowKeren - Siapapun yang menjadi penggemar EXO setelah tahun 2014 atau 2015 akan kebingungan saat melihat musik video lawas mereka. Lantaran jumlah member terdahulu lebih banyak daripada sekarang, hal itu memang benar.

Sejak memulai debutnya pada tahun 2012, grup ini memang digawangi oleh 12 orang. Beberapa tahun kemudian terjadi perpecahan di dalamnya hingga menyisakan 9 anggota.


EXO dianggap sebagai grup dengan jumlah terbesar di industri musik kala itu. Meskipun banyak orang meragukan kapasitas grup yang memiliki anggota cukup banyak, tapi mereka berhasil membuat kejutan.

Kemunculan mereka langsung disambut antusias oleh penggemar K-Pop dan mulailah terbentuk fandom yang kini bernama EXO-L. Singkat cerita grup ini langsung merilis album pertama bertajuk "XOXO" dalam bahasa Korea dan Mandarin.

Sukses merilis album pertama, EXO kembali memberikan kejutan dengan mini album berjudul Overdose. Sayang kesuksesan dalam album tak dibarengi oleh iktikad baik dari personilnya.

Pada 15 Mei 2014, Kris mengajukan gugatan terhadap manajemen untuk mengakhiri kontraknya. Hal itu dikonfirmasi oleh SM Entertainment, dengan alasan adanya pelanggaran hak asasi manusia.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya Oktober giliran Luhan yang mengikuti jejak Kris untuk pembatalan kontraknya. Luhan beralasan keluar dari grup yang telah membesarkan namanya akibat masalah kesehatan yang dideritanya.

Dibalik itu, fakta menyakitkan diungkapkan oleh penyanyi 28 tahun mengenai perbedaan dalam tubuh EXO. Luhan menyebut manajemen kerap memperlakukan member Korea dan member Tiongkok sedikit berbeda.

Maklum, Luhan dan Kris memang berasal dari Tiongkok. Saat itu SM segera mengumumkan secara resmi bahwa grup EXO hanya memiliki 10 member.

Disaat EXO tetap melanjutkan karirnya di dunia hiburan, SM terus menyelesaikan permasalahan hukum yang membelit dengan dua member yang memutuskan keluar. Sayangnya badai konflik yang terjadi belum berakhir, 22 April 2015 satu lagi member Tiongkok memutuskan untuk keluar, Tao.

Keluarnya penyanyi berusia 25 tahun itu juga atas pengaruh ayahnya. Sang ayah merasa tidak tega dengan perlakuan SM terhadap anaknya.

SM dianggap tidak memberikan dukungan dalam penyembuhan cedera. Selama ini Tao memang kerap mengalami cedera akibat aktivitas dan gerakan tari yang cukup menyulitkan.

Tak ingin kehilangan satu anggotanya, SM segera melakukan negosiasi. Sayangnya diskusi tersebut tak mencapai kesepakatan yang diharapkan.

Tiga member yang berasal dari Tiongkok itu akhirnya memutuskan untuk kembali ke negaranya. Mereka mulai mempromosikan dirinya sebagai bintang individu.

Tak adanya kata sepakat membuat SM balik memberikan tuntutan pada mantan anak asuhnya tersebut. September 2016, SM berhasil memenangkan gugatan terhadap Tao yang gagal membayar penalty setelah kepergiannya.

Belakangan ini diketahui Kris dan Luhan tetap berada di bawah naungan SM dan agen dari Tiongkok. Sehingga mereka berbagi pendapatan hingga kontrak selesai pada 2022. Kejadian tersebut tentu memberikan tekanan pada para EXO-L, mereka khawatir satu-satunya member Tiongkok yang tersisa, Lay akan turut hengkang.

Beruntung, penyanyi berwajah kalem itu segera memberikan pernyataan untuk menenangkan hati penggemar. Lay memilih bertahan dan akan selamanya menjadi salah satu dari EXO.

Megetahui seluruh cerita mengenai kepergian tiga anggota, mungkin membuat patah hati. Namun saat mereka tetap tangguh menghadapi cobaan dengan sembilan orang tersisa, itulah yang pada akhirnya menjadi sumber kekuatan EXO-L.

You can share this post!

Related Posts