Netter Korea mencibir J.K. Rowling yang dinilai asal-asalan memasukkan karakter Asia.
- Farida Amalia Dwi Yanti
- Jumat, 28 September 2018 - 07:46 WIB
WowKeren - Film "Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald" saat ini tengah menjadi pembicaraan publik dunia. Hal itu lantaran penulis J.K. Rowling dituding sebagai sosok yang rasim atas peran Nagini, ular peliharaan Voldemort.
Seperti diketahui bersama, karakter Nagini diperankan oleh Claudia Kim. Saat casting aktris asal Korea Selatan itu dibahas, J.K. Rowling mengungkap jika karakter Nagini sebenarnya terinspirasi dari mitos asal Indonesia, sehingga peran itu memang harus dimainkan aktris keturunan Asia.
Sontak saja, kontroversi ini pun turut menjadi pembahasan netter Korea di forum online. Sebagian besar netter pun turut mencibir J.K. Rowling karena dinilai asal-asalan memasukkan karakter Asia dalam filmnya tanpa mempelajari lebih dalam.
"Aku yakin sebagian besar fans 'Harry Potter' akan menyadari bahwa penulis cukup rasis dengan pengembangan karakternya. Mempertimbangkan populasi Asia dan seberapa besar negaranya, bagaimana bisa hanya ada satu sekolah sihir di Asia dan itu di Jepang? Dan ternyata para penyihir Asia lebih suka karpet daripada sapu, apa-apaan itu?" tulis seorang netter.
"Aku menyadari kalau seri 'Harry Potter' sangat negatif terhadap penggambaran orang Asia Timur. Bahkan nama Cho Chang, terdengar seperti remix rasis penghinaan 'Ching Chong' dan karakternya sendiri gak terlalu positif. Patil bersaudara setidaknya mendapat nama dewi Hindu dan punya dialog keren seperti, 'Diam, Malfoy' dan bahkan menjadi partner peran utama di turnamen Triwizard. Selalu saja karakter Asia Timur yang disisihkan. Dan cukup jelas kalau J.K. Rowling belum mempelajari geografi Asia Timur sama sekali," sambung netter lain.
"Cukup jelas bahwa dia gak punya pengetahuan tentang Asia dan hanya membaca beberapa cerita acak. Seharusnya dia cukup menciptakan karakter putih kalau dia gak punya pengetahuan yang cukup tentang hal lain. Mengapa menyebabkan semua kontroversi ini dengan menambah orang Asia tanpa mendidik dirinya sendiri terlebih dahulu?" pungkas netter lainnya.
(wk/amal)