Kontroversi sebelumnya masih disorot, Junhoe kembali dihujat netter karena masalah baru.
- Chusnul Chotimah
- Senin, 01 Oktober 2018 - 09:27 WIB
WowKeren - Nama Koo Junhoe iKON masih disorot menyusul postingan media sosialnya yang kontroversial. Seperti diketahui, Junhoe mengunggah postingan tentang Kitano Takeshi yang diketahui sempat melontarkan ucapan meyinggung warga Korea Selatan. Saat diingatkan fans, ia malah membalas dengan cuek dan sedikit kasar.
Kali ini, Junhoe kembali menjadi sorotan netter dengan masalah baru. Kali ini gara-gara sapaannya terhadap fans Taiwan saat iKON menggelar konser di sana. Alih-alih menyebut fans Taiwan, idol besutan YG Entertainment itu justru menyapa mereka dengan sebutan "fans Tiongkok". Alhasil ia kembali menuai kontroversi dan tentu saja hujatan dari netter.
Taiwan dan Tiongkok menjalin hubungan tidak begitu baik. Sebelumnya, Tzuyu Twice yang merupakan idol asal Taiwan menimbulkan kemarahan di Tiongkok lantaran memegang bendera Republik Tiongkok. Tindakannya itu dituduh sebagai dukungan terhadap Gerakan Kemerdekaan Taiwan. Akibatnya, penampilan Twice di Tiongkok dibatalkan serta iklan-iklan yang dibintanginya juga dicabut. Hingga akhirnya Tzuyu meminta maaf dengan mengakui dirinya sebagai warga Tiongkok.
Berbeda dengan Tzuyu, tindakan Junhoe justru melukai hati fans Taiwan. Bisa dilihat dari reaksi mereka saat disapa dengan sebutan "fans Tiongkok". Netter pun menghujat Junhoe karena dinilai tak peka dengan masalah dua negara tersebut. Bahkan banyak yang menyebutnya tidak punya harapan lagi.
"Dia tidak memiliki apapun yang tersisa di otaknya, dia tidak pernah berpikir dengan apa yang dilakukannya. Penggemar bukalah hal penting selain mesin ATM baginya," komentar netter. "Anak ini tidak punya harapan lagi," tambah netter lain. "Dari semua kesalahan yang dibuatnya," sahut yang lain.
"Orang Taiwan dan Hong Kong super sensitif dengan hal semacam ini. Dia nyaris sama bodohnya dengan Tiffany yang menggunggah bendera penjajah di hari kemerdekaan," kritik netter. "Taiwan dan Tiongkok menjalin hubungan yang buruk, bagaimana bisa dia tidak mengetahui tentang negara tempatnya bekerja saat itu? Membicarakan dua negara tersebut sama saja dengan Korea dan Jepang," pungkas lainnya.
(wk/chus)