Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengungkap hasil pemeriksaan terhadap Augie yang sebelumnya dianggap mencemarkan nama baik polisi.
- Ria Susilo Wardhani
- Sabtu, 13 Oktober 2018 - 08:17 WIB
WowKeren - Augie Fantinus sempat curhat kalau ia ditawari tiket Asian Para Games 2018 oleh oknum polisi. Saat itu, Augie ingin menyaksikan pertandingan basket namun kehabisan tiket.
"Tiba-tiba polisi di sebelah nawarin, tapi saya bilang tetep saya mau beli walau tiba-tiba gak bisa masuk gara-gara penuh nggak apa-apa yang penting saya udah beli," kata Augie. "Pak bapak jual berapa? 100 ribu? Nggak itu punya komandan saya,' dia tau saya langsung rekam keluarin handphone, dia kasih ke komandannya tapi komandannya panik dikasih lagi ke ajudannya tapi ajudannya lari, intinya gitu."
Pihak Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Roma Hutajulu, memberikan klarifikasi atas tuduhan tersebut. Bukan menjadi calo, aparat polisi yang dimaksud Augie itu hanya ingin merefund tiket pertandingan.
Karena curhatannya itu, Augie akhirnya ditahan oleh polisi. Ia ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pencemaran nama baik via sosial media.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengatakan bahwa Augie akan ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya sampai 20 hari kedepan. "Kejadian yang di venue basket, setelah kita klarifikasi, identifikasi tidak ada kegiatan pencaloan. Mulai malam ini kita lakukan penahanan," kata Kombes Pol Argo.
Saat diperiksa polisi, Augie menolak didampingi oleh pengacara. Ia juga membeberkan alasannya menyebarkan video tersebut.
"Tidak mau (didampingi pengacara), tapi kita carikan. Buat pimpinan tahu, tapi dia tidak tahu bagaimana ceritanya (cerita awal)," seru Argo membeberkan alasan Augie.
Argo lantas membeberkan kronologi sebelum Augie menuding anggota polisi sebagai calo. "Jadi begini, kemarin kejadian di GBK dekat dengan tiket box itu kan full ingin tonton semua, jadi crowded. Akhirnya tiket ditutup sementara, kan ditakutkan, di dalam enggak ada kursi. Kemudian, adalah dari SD Tarakanita, meminta tolong kepada polisi membelikan tiket sejumlah seratus. Setelah dibantu, sudah dapat tiket itu, dikasih ke SD Tarakanita," kata Argo.
Rupanya ada kelebihan lima tiket dan pihak SD meminta agar sang polisi membantu me-refund lima tiket lebih itu. "Kemudian anggota ke tiket box, anggota bawa lima untuk di-refund, ternyata enggak bisa. Dan karena tidak bisa, dan ada si Augie ini, karena dia mau nonton dan shooting, artinya dia merekam. Ngomong ke anggota 100 ribu, dijawabnya kan 'enggak'. Setelah itu diviralkan sama Augie bahwa polisi calo tiket," ujar Argo.
Argo berharap masyarakat berhati-hati menyebarkan informasi via media online. "Jadi ini jadi pengalaman, contoh. Jadi kalau tidak benar, jangan disampaikan. Terutama media online bisa kena ITE," kata Argo.
(wk/riaw)