Sandiaga Uno Sebut Kasus Ratna Sarumpaet Berimbas Kenaikan Dukungan Pada Kubu Prabowo
Instagram/sandiuno
Nasional

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengadakan survei terkait dampak kasus kebohongan penganiayaan Ratna terhadap pasangan Prabowo-Sandiaga.

WowKeren - Kasus kebohongan yang melibatkan aktivis Ratna Sarumpaet terus berlanjut. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, para saksi terus dimintai keterangan terkait hoaks yang disebarkan oleh ibu Atiqah Hasiholan ini.

Kebohongan yang dibuat oleh Ratna, tentunya berimbas pada elektabilitas pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Seperti diketahui, kubu Prabowo sempat tertipu dan mendukung kebohongan Ratna yang merupakan tim pendukung Koalisi Indonesia Adil Makmur.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengadakan survei terkait dampak kasus kebohongan penganiayaan Ratna terhadap pasangan Prabowo-Sandiaga. Hasilnya menunjukkan bahwa elektabilitas Prabowo-Sandiaga menurun dari berbagai kalangan.

Menanggapi hal tersebut, Sandiaga Uno rupanya tak terima. Dilansir dari CNN Indonesia, pihak kudu Prabowo juga mengadakan survei internal. Hasil yang didapat justru terbalik dari survei LSI Denny JA.


"Tentunya ini tambahan data, kami apresiasi," ujar Sandi pada Selasa (23/10) saat ditemui di Media Center Prabowo-Sandiaga. "Tapi survei internal kami dan tak pernah kami publikasikan, menunjukan kami mengejar,"

Menurut Sandi, kasus Ratna malah membuat masyarakat simpati kepada pasangan nomor urut 2 tersebut. Masyarakat melihat dirinya sebagai korban hoaks Ratna.

Apalagi, sikap Prabowo yang turut membela Ratna menjadi nilai tambah sendiri bagi pasangan tersebut. "Berdasarkan data analisis yang kami miliki bahwa masyarakat simpati, bahwa Bapak Prabowo-Sandi punya rasa iba punya rasa kepedulian yang tinggi apalagi ini dilakukan kepada perempuan. Kami memberikan perlindungan kepada perempuan," tambah Sandi.

Sementara itu, hasil survei LSI memperlihatkan bahwa elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin naik jadi 57,7% pada Oktober 2018 setelah kasus kebohongan Ratna Sarumpaet. Sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno turun menjadi 28,6% dari 29,2% pada September lalu.

Dukungan untuk Prabowo-Sandiaga dari latar perguruan tinggi juga ikut menurun akibat hoaks Ratna. Awalnya mencapai 46,8% menjadi 37,4 persen.

(wk/nris)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait