Seorang dosen di Seoul Womens University bernama David Tizzard tak setuju kalau BTS layak disejajarkan dengan The Beatles.
- Eka Dewi Sofia Putri
- Sabtu, 27 Oktober 2018 - 18:27 WIB
WowKeren - Tak bisa dipungkiri kalau saat ini Bangtan Boys merupakan grup K-Pop paling populer secara global. Grup beranggotakan 7 orang tersebut punya banyak penggemar di seluruh dunia yang begitu mengelu-elukan mereka.
Saking populernya, BBC bahkan membandingkan BTS dengan The Beatles, di mana keduanya sama-sama meraih kesuksesan di seluruh dunia. Namun seorang dosen di Seoul Womens University bernama David Tizzard tak setuju dengan ini dan mengungkapkan pemikirannya lewat sebuah artikel yang dipublikasikan Korea Times.
"Sekarang BBC telah merilis laporan yang mengatakan BTS adalah The Beatles generasi ini. Yah, saya sudah mendengar lagu-lagu mereka dan saya tidak yakin bagaimana mencampurkan sedikit musik dance elektronik (itu sendiri merupakan tautologi yang aneh) dengan pop 90-an yang murahan bisa membuat sesuatu yang revolusioner atau artistik.
"Selain itu, meskipun mereka tampak bagus dalam setelan jas saat melakukan pidato di Perserikatan Bangsa-Bangsa baru-baru ini, saya tidak yakin mereka benar-benar menjadi diri mereka sendiri.
"Produser BTS mengatakan pada program televisi bahwa ada empat kualitas yang diperlukan untuk sukses dalam industri ini: wajah yang menarik, aksi panggung yang bagus, video berkualitas tinggi serta menjadi cerminan dari tren global. Tidak menyebutkan bakat. Atau kreativitas. Juga bukan ekspresi individual yang tulus yang berasal dari dalam dan bukan dari atas.
"Apa yang terjadi jika kita memberikan Rap Monster, Suga dan dua member lainnya enam bulan, piano, beberapa gitar dan instrumen lain dan menyuruh mereka untuk menulis musik? Anda berpikir "Let it Be" akan keluar? "Tomorrow Never Knows"? "Taxman"?
"Sejujurnya, saya tidak tahu. Mungkin mereka sebenarnya akan menikahi orang asing, menjadi vegetarian, pergi ke India dan menjelajahi berbagai agama dan filosofi, bereksperimen dengan obat-obatan psikedelik, lagu pena yang mengkritik presiden mereka dan para pemimpin dunia lainnya, melakukan protes politik dan menulis soundtrack.
"Ya, The Beatles dimulai sebagai band pop. Mereka mengenakan setelan jas dan bercukur untuk pertunjukan televisi sambil melakukan tarian kecil mereka. Tetapi mereka juga menulis lagu-lagu itu sendiri."
Artikel yang ditulis David Tizzard ini tak pelak menjadi perhatian para netter di forum online. Sebagian netter mengkritik dirinya balik karena dinilai menuliskan artikel "nyinyir" tanpa melakukan riset tentang BTS.
"Melihat artikelnya secara keseluruhan, dia benci K-Pop jadi aku tidak berharap dia memuji BTS. Dia bebas punya pendapat. Pendapatnya salah, tapi dia masih bebas berpendapat begitu. Terutama karena dia bilang BTS tidak menulis musik mereka padahal RM menulis hampir semua track. Dia perlu memeriksa fakta-fakta dari sumbernya," komentar netter.
"Kalau kau mau menulis artikel berisi kebencian, setidaknya lakukan riset, ber***sek," kata netter lainnya. "BTS punya banyak kontribusi dalam musik yang mereka buat. Kenapa dia nggak melakukan riset sebelum mengkritik mereka?" ujar netter.
(wk/dewi)