Pakai Kostum Indian untuk Rayakan Halloween, Jihyo Twice Dibilang Rasis dan Dikritik Habis-Habisan
Twitter
Selebriti

Gara-gara kostum Halloween di fanmeeting, Jihyo dihujat netter habis-habisan.

WowKeren - Twice baru saja merayakan 3 tahun debut mereka. Untuk menyambut momen spesial tersebut sekaligus merayakan Halloween bersama para fans, grup beranggotakan 9 orang tersebut menggelar fanmeeting bertajuk "ONCE HALLOWEEN" pada Minggu (28/10) lalu.

Di sini, para member tampil habis-habisan dengan ber-cosplay menjadi tokoh-tokoh di film horor mulai Jeongyeon yang menjadi Kaonashi hingga Dahyun yang menjadi Annabelle. Sementara Sana cukup banyak menarik perhatian dengan ber-cosplay sebagai Red Queen.


Jihyo

Twitter

Jihyo sendiri mengenakan kostum Indian dan memperkenalkan diri dengan menyebut dirinya Indian Jihyo. Penyanyi kelahiran 1997 tersebut terlihat cantik mengenakan kemben dan coat serta rambut dikepang dua.

Namun penampilan Jihyo ini justru menuai reaksi keras dari para netter internasional. Pelantun "What is Love?" tersebut dituding rasis karena berdandan layaknya suku Indian lokal, apalagi menyebut dirinya Indian Jihyo.

Fans berdalih kalau Jihyo ber-cosplay sebagai Princess Mononoke dan sebagian fans lainnya berpendapat kalau leader Twice itu berdandan sebagai Pocahontas. Namun netter mengatakan kalau kostum Jihyo sama sekali tak mirip dengan Princess Mononoke serta Pocahontas.

"Kita harus menjernihkannya. Jihyo nggak pernah menyebut dirinya Princess Mononoke. Faktanya, dia memperkenalkan diri sebagai Indian Jihyo. Jelas-jelas dia dandan sebagai suku (Indian) lokal. Dia melakukan yel-yel perangnya orang Indian. Dia memang berniat pakai kostum itu. Jihyo bertanggung jawab. Jangan membelanya," komentar netter.

"Jihyo menyebut dirinya sendiri Indian. Memalukan," kata netter lainnya. "Member lain dipuji atas pilihan kostum mereka tapi saat Jihyo dikritik, tiba-tiba semuanya jadi salah stylist? Dia perlu dididik," ujar netter yang lain.

You can share this post!

Related Posts