Universitas di Jepang Dapat Ancaman Bom Gara-Gara Penggemar BTS
Twitter/bts_bighit
Selebriti
Kontroversi Kaus Jimin BTS di Jepang

Dilaporkan bahwa seorang anggota kelompok sayap kanan mengirim ancaman bom pada salah satu universitas di Jepang karena penggemar BTS.

WowKeren - Kontroversi Bangtan Boys di Jepang semakin memanas. Seperti diketahui grup idol populer Korea Selatan ini dikecam oleh kelompok sayap kanan nasionalis Jepang karena dinilai melecehkan sejarah. Kontroversi berawal dari Jimin BTS yang kedapatan memakai kaus patriotisme bergambar bom atom, merujuk pada peristiwa pemboman atom Hisroshima dan Nagasaki di 1945.

Kabar terbaru cukup mengejutkan publik. Dilaporkan bahwa seorang anggota kelompok sayap kanan mengirim ancaman bom pada salah satu universitas di Jepang karena penggemar BTS.


Menurut laporan Mainichi Shimbun, sebuah ancaman diunggah ke situs Sugiyama Women's University pada 15 November. Penulis mengklaim mereka akan mengebom kampus jika tidak menangguhkan mahasiswa Army (sebutan penggemar BTS) dari universitas pada pukul 15.34 di hari yang sama.

Setelah mendapat ancaman, pihak universitas menghubungi polisi untuk dilakukan investigasi. Syukurlah, pemboman tidak terjadi seperti yang diancamkan.

Dilaporkan bahwa insiden itu berawal dari cuitan penggemar BTS di Twitter. "Aku mendengar seorang pelanggan menjelek-jelekkan BTS saat bekerja paruh waktu di sebuah toko penyewaan video. Aku tidak bisa memaafkannya. Aku menangani informasi pribadi, jadi aku bisa mengungkapkan nama, serta preferensi seksual mereka," tulisnya.

Setelah postingan ancaman menjadi viral, pemilik toko penyewaan video mengumumkan bahwa mereka akan benar-benar memperhatikan informasi pribadi. Sedangkan pekerja paruh waktu yang merupakan penggemar BTS sedang merenungkan tindakan mereka.

Sementara itu, kontroversi BTS di Jepang membuat penampilan mereka di program musik TV Asahi ditunda. Bahkan akhir tahun ini, mereka tidak diundang untuk tampil di festival musik "Kohaku Uta Gassen" yang digelar NHK. Pelantun "DNA" itu dituntut meminta maaf oleh Simon Wiesenthal Center, organisasi Hak Asasi Manusia Yahudi yang mengklaim bahwa RM (Rap Monster) dkk telah melecehkan korban Perang Dunia II.

Terlepas dari kontroversi, popularitas BTS maupun Jimin di Jepang tidak begitu terpengaruh. Terbukti dengan tak sedikitnya penggemar yang memberikan dukungan meski kelompok sayap kanan terus mengecam mereka.

You can share this post!

Related Posts
Loading...