Sekitar enam bulan menjalani kemoterapi intensif, Shakira mulai sering bertanya kapan sembuh.
- Nur Khotimah
- Sabtu, 24 November 2018 - 10:37 WIB
WowKeren - Putri semata wayang Denada, Shakira Aurum, masih dirawat di salah satu rumah sakit di Singapura akibat Leukimia. Selama enam bulan terakhir Shakira menjalani kemoterapi intensif untuk menyembuhkan penyakitnya. Namun bocah berusia 5 tahun itu sepertinya mulai bosan dengan rutinitas medis yang dijalaninya.
Baru-baru ini Shakira sering bertanya kapan dirinya akan sembuh. "Dia pegang tangan aku, dia bilang, 'Bu, Shakira kapan sih sembuhnya?' Mendengar hal itu buat saya kayak hancur hati saya. Karena dia ngomong kayak begitu berarti kan dia sudah terasa tersiksa sendiri, sedih sekali gitu," kata Denada ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (23/11).
Dalam kesempatan yang sama Denada mengatakan bahwa putrinya juga sering menangis setiap kali menjalani salah satu kemoterapi bernama DMP. Dimana obat langsung dimasukkan ke tulang punggung Shakira tanpa dibius. Menurut mantan kekasih Ihsan Tarore itu, putrinya sendiri yang meminta untuk tak dibius saat melakukan kemoterapi itu.
"Dia bukan anak pemberani, walau dianggap iron man girl. Dikemo ada proses namanya BMP, itu kemo yang paling dia takutin. BMP itu obat langsung dimasukkin ke sumsum tulang belakang," kata Denada. "Anak-anak lain lakukan dengan sedasi supanya anak itu sadar enggak sadar, sedangkan Shakira tak mau. Dia lakukan itu dengan sadar total, jadi selalu nangis dan enggak kuat.
Denada menambahkan bahwa deretan kemoterapi yang dijalani putrinya memberikan efek samping yang cukup memprihatinkan. "Pengobatan kemoterapi memengaruhi syaraf kakinya, jadi dia kesulitan berjalan, bukannya enggak bisa jalan. Tapi dia memang enggak bisa naik tangga karena efek kemoterapi. Shakira juga sekarang sudah botak," lanjutnya.
Menurut Denada, kemoterapi intensif Shakira akan segera berakhir beberapa bulan lagi. Jika tahapan kemoterapi itu sudah selesai, Shakira siap menjalani tahapan kemo lain yang dilakukan beberapa hari sekali. "Kemo intensif akan berakhir beberapa bulan lagi, setelah itu kemo maintenance. Bedanya kemo maintenance beberapa hari sekali, enggak tiap hari kayak kemo intensif," pungkas Denada.
(wk/nur2)