Akui Serang Puluhan Pekerja di Papua, OPM: Kami Menuntut Hak Kemerdekaan
Nasional

Kelompok bersenjata ini mengaku bertanggung jawab atas penembakan puluhan pekerja di Papua. Alasannya, mereka ingin menuntut hak mereka.

WowKeren - Tragedi penembakan sejumlah pekerja proyek jembatan Trans Papua Minggu (2/12) lalu berbuntut panjang. Hingga kini, tim gabungan TNI dan Polri masih terus berusaha memburu pelaku penembakan.

Aksi pembunuhan itu terjadi di Distrik Yigi, Kabapaten Nduga. Akibatnya, sebanyak 20 orang tewas. Salah satunya merupakan anggota TNI.


Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengakui bahwa pihaknya lah yang bertanggung jawab atas penyerangan pekerja proyek di Nduga. Pembunuhan ini sebenarnya memang sudah direncanakan sejak beberapa bulan sebelumnya.

Alasan para kelompok bersenjata melakukan penyerangan tak lain adalah untuk menuntut kemerdekaan. Hal tersebut dingkapkan secara tegas oleh Sebby Sambom, juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

“Kami menuntut hak kemerdekaan kami untuk berdaulat,” tegas Sebby dilansir Tempo pada Kamis (6/12). “Prinsipnya kami berjuang menolak semua program pembangunan di Papua Barat.”

Pembangunan infrastruktur di daerah Nduga merupakan salah satu upaya pemerintah untuk membuka isolasi di daerah tersebut. Sebagai pihak yang tak suka akan hal itu, OPM terus berupaya menggagalkan proses pembangunan.

Bahkan, TPNPB sebelumnya sudah pernah menyerang anggota TNI untuk menunjukkan ketidaksukaannya terhadap proyek pemerintah tersebut. Namun, karena ternyata proyek masih terus berjalan mereka memutuskan untuk memberi peringatan.

“Mereka tak mengindahkan, mereka kembali ke Yigi dan proyek itu masih tetap berjalan,” tambah Sebby. “Jadi mereka harus diberi peringatan.”

Demi menuntut kemerdekaan, kelompok bersenjata akan terus berjuang menolak pembangunan yang dilakukan di Papua Barat. Tak terkecuali proyek Trans Papua yang saat ini sedang digarap oleh pemerintah.

“Prinsipnya kami berjuang menolak semua program pembangunan di Papua Barat,” terang Sebby. “Kami hanya menuntut kemerdekaan.”

Dalam melancarkan aksi penolakan terhadap pembangunan pemerintah, tentara OPM pun menyatakan tidak gentar dengan upaya pemerintah untuk menangkap mereka. “OPM tak gentar dengan perintah itu, kami tidak takut,” tegas Sebby.

Sebby sangat optimis karena menurutnya, ia lebih mengenal medan di sana dibanding TNI maupun Polri. “Kami punya alam, kami tuan rumah,” sambung Sebby.

Dalam melancarkan aksinya, kelompok bersenjata ini menjadikan anggota Polri dan TNI sebagai target utama mereka, meskipun mereka juga tak ragu menyerang pendatang dari Papua. “Mereka juga menyerang dari Papua,” ungkap Tito Karnavian selaku Kepala Kepolisian RI belum lama ini.

Organisasi Papua Merdeka sendiri telah didirikan sejak 1963 lalu. Tujuannya tak lain adalah untuk memisahkan diri dari NKRI.

You can share this post!

Related Posts