Juru bicara Tim Kampanye Nasional Jokowi menyebut bahwa Sandiaga seolah 'playing victim' dengan membuat sandiwara penolakan.
- Silmi Amalia Fidareni
- Kamis, 13 Desember 2018 - 12:44 WIB
WowKeren - Gejolak politik jelang Pemilu tahun 2019 mendatang semakin panas. Pasangan capres dan cawapres saling beradu untuk mengampanyekan visi dan misi mereka ke seluruh pelosok Indonesia. Salah satunya dilakukan oleh Cawapres Indonesia nomor urut 02, Sandiaga Uno.
Beberapa waktu yang lalu, ia datang untuk berkampanye di Pasar Kota Pinang, Labuan Batu, Sumatera Utara. Namun, pada saat itu, ia justru mendapatkan penolakan dari para pedagang pasar. Kendati demikian, juru bicara Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'aruf Amin menduga hal itu hanya sandiwara belaka.
Juru bicara yang bernama TB Ace Hasan Syadzily itu menyebut merasakan keanehan dalam peristiwa penolakan Sandiaga oleh para pedagang pasar. "Kami tegaskan bahwa terlalu kentara bahwa itu adalah sandiwara," ujar Ace seperti dilansir CNN pada Kamis (13/12).
Politikus Partai Golkar ini juga menyebutkan bahwa Sandiaga seolah sedang memposisikan dirinya sebagai korban. Ace juga menduga bahwa hal itu terlalu kentara dilakukan Sandiaga untuk mencari simpati. "Boleh lah kita skenario tapi ya, harus lebih cangging, rapi untuk membuat skenario," lanjut Ace.
Sebelumnya, Sandiaga diketahui melakukan kampanye dengan datang ke Pasar Kota Pinang, Labuan Batu, Sumut, pada Selasa (11/12). Namun, ia justru membuat pasar gaduh dengan adanya banyak poster penolakan dirinya. Salah satu poster bertuliskan "Pak Sandiaga Uno, Sejak Kecil Kami Sudah Bersahabat, Jangan Pisahkan Kami Gara-gara Pilpres, Pulanglah!."
Sementara itu, poster kedua bertuliskan "#2019TetapJokowi Apapun Alasannya Pilihan Kami Tetap Jokowi Berapapun Angkanya Pilihan Kami Tetap 01." Dilansir CNN, Sandiaga juga pernah ditolak dalam beberapa kunjungannya di sejumlah daerah seperti Solo, Medan, Pasuruan, Mamuju, dan Kuningan.
(wk/silm)