Dikenang Punya Prinsip Tegas, Emil Dardak Ungkap Rencana Terakhir Mendiang Sang Adik
WowKeren/Fernando
Nasional

Emil menyebut jika sang adik masih hidup, Eril akan menjadi legislator yang baik dan berbeda dengannya.

WowKeren - Duka mendalam masih dirasakan Bupati Trenggalek, Emil Dardak. Sang adik yang bernama Eril Dardak, dikabarkan meninggal dunia pada Rabu (12/12) kemarin. Eril ditemukan di kamar kosnya di Bandung dalam keadaan tergeletak dan wajah tertutup plastik.

Keluarga Eril menolak untuk melakukan autopsi terhadap jenazah laki-laki yang merupakan mahasiswa ITB tersebut. Kendati demikian, polisi masih terus menggali penyebab kematian Eril karena tak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.


Banyak dugaan penyebab kematian sempat beredar di publik, di antaranya adalah karena asma dan juga adanya dugaan eksperimen yang dilakukan Eril. Kendati demikian, sang kakak, Emil, menduga bahwa sang adik kemungkinan besar meninggal karena penyakit jantung.

Semasa hidupnya, Eril dikenal sebagai pemuda yang aktif. Ia turut dalam berbagai kegiatan kemanusiaan. Eril juga diketahui telah mendaftar sebagai caleg muda dari parta PAN. Sayang, keinginannya menjadi wakil rakyat harus kandas di usia yang masih muda, yakni 21 tahun.

Saat menghadiri pemakaman sang adik, Emil sempat membagikan beberapa kenangan mengenai sosok sang adik. Menurutnya, Eril memiliki wajah yang sangat mirip dengannya. Ia juga kagum dan menyebut bahwa sang adik merupakan sosok yang memiliki prinsip tegas.

"Dia tuh paling mirip saya mukanya, walau prediksi saya dia akan lebih good looking. Saya ingat saya pernah ngadep ke gurunya karena Eril Dardak berani melawan atas nama temannya," kenang Emil saat ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan pada Kamis (13/12) kemarin. "Saya bilang salut anak ini berani punya prinsip, enggak mau diajak kompromi dan negosiasi."

Andai masih hidup, Emil juga menyebut bahwa sang adik pasti akan menjadi legislator yang berbeda dengannya. "Andai dia masih ada dan jadi nyaleg, dia akan jadi seorang legislator yang beda dengan saya. Karena prinsipnya sangat keras," lanjut Emil.

Memiliki hubungan yang sangat dekat, Emil mengaku tak mendapatkan pesan terakhir dari sang adik. Namun, ia menyebut ada rencana yang belum sempat dilakukannya bersama dengan mendiang Eril.

"Pesan terakhir enggak ada, tapi rencana terakhir ada," jelas Emil. "Kami mau ketemu di Trenggalek untuk waktu yang cukup lama rencananya, pas dia selesai ujian terakhir itu saya WA dia kapan selesai ujiannya, enggak dijawab."

You can share this post!

Related Posts
Loading...