Brian May menunjukkan simpatinya untuk para personel band Seventeen yang turut menjadi korban atas bencana ini.
- Luthfiatun Nisa
- Senin, 24 Desember 2018 - 14:23 WIB
WowKeren - Bencana tsunami yang melanda Selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam lalu rupanya mengundang keprihatinan dari banyak pesohor dunia. Salah satunya adalah gitaris band legendaris Queen, yaitu Brian May. Gitaris kawakan ini mengaku bahwa dirinya merasa begitu berduka atas terjadinya tsunami tersebut.
Brian menuangkan rasa simpatinya ini melalui salah satu unggahan di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, musisi asal Inggris ini mengucapkan belasungkawa atas tragedi yang juga menewaskan sejumlah anggota band asal Indonesia, Seventeen.
Seperti yang diketahui, Seventeen pun menjadi korban dari bencana tsunami ini saat tampil di Pantai Tanjung Lesung, Banten. Bencana tersebut merenggut nyawa bassist dan gitaris Seventeen, yakni Bani dan Herman. Selain itu, drummer Seventeen yang bernama Andi juga belum ditemukan.
"Berita sedih dan mengejutkan. Mengirim doa kepada kalian (para anggota) Seventeen dan semua yang menderita dari tragedi ini. Bri," tulis Brian pada keterangan unggahannya.
Tak butuh waktu lama, unggahan ini pun langsung dibanjiri oleh beragam komentar dari penggemar, terutama yang berasal dari Indonesia. Sebagian besar mengucapkan terima kasih atas rasa simpati yang ditunjukkan oleh Brian.
"Terima kasih atas rasa simpati dan doanya Mr. Brian," tulis salah satu penggemar. "Terima kasih telah mengirimkan cinta dan doa untuk kami warga Indonesia," sambung penggemar lain. "Turut berduka. Aku mengirim doa dari Jepang untuk semua orang yang menjadi korban. Kudengar tsunami itu terjadi tanpa adanya gempa bumi," imbuh yang lain.
Di sisi lain, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menyebut bahwa tsunami ini terjadi akibat adanya dampak gabungan dua fenomena alam, yakni gelombang pasang tinggi karena cuaca dan erupsi Gunung Anak Krakatau. "Pertama itu gelombang pasang tinggi akibat cuaca dan kedua erupsi Gunung Anak Krakatau," ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rachmat Triyono.
Terkait masalah ini, kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengabarkan bahwa hingga sekarang status Gunung Anak Krakatau sendiri masih berstatus Waspada (level 2). Sutopo juga menyebut bahwa erupsi masih terjadi, dan zona berbahaya berada dalam radius 2 km dari puncak kawah.
(wk/luth)