Korban Tewas Capai 429 Orang, Pemerintah Tetapkan Masa Tanggap Darurat di Pandeglang Hingga Lampung
Nasional

BNPB menyatakan bahwa masih belum ada wacana untuk menjadikan kejadian tsunami Selat Sunda ini sebagai bencana nasional.

WowKeren - Bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda pada Sabtu (22/12) kemarin menyisakan duka. Sejumlah orang dikabarkan tewas, luka-luka dan juga beberapa masih belum ditemukan.

Informasi terbaru dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, menyampaikan bahwa korban tewas akibat tsunami sudah mencapai 429 orang. "Total 429 orang meninggal dunia dan kemungkinan bisa bertambah, dampak paling parah di Pandeglang, Banten," ujar Sutopo saat menggelar konferensi pers pada Selasa (25/12).

Selain korban tewas, BNPB juga mencatat sejumlah 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilangm dan 16.082 orang telah mengungsi pasca terjadinya tsunami. Korban yang berasal dari Kabupaten Pandeglang sendiri tercatat ada 290 orang tewas, 1.143 orang luka-luka, 77 hilang, dan 14.395 orang mengungsi.

Tak hanya di Banten, tsunami juga dikabarkan terjadi di wilayah Kabupaten Lampung Selatan dengan korban jiwa sebanyak 108 orang. Sementara itu, di Kabupaten Serang, korban tewas juga dikabarkan mencapai 29 orang.

Terkait hal ini, pemerintah akhirnya menetapkan masa tanggap darurat pasca tsunami yang terjadi di Selat Sunda ini. Ada beberapa wilayah yang masuk dalam wilayah tanggap darurat dengan jumlah hari yang berbeda-beda.

"Ditetapkan masa tanggap darurat di Pandeglang 14 hari, sejak 22 Desember hingga 4 Januari 2019. Sedangkan di Lampung Selatan 7 hari, yaitu 23 Desember hingga 29 Desember 2018," lanjut Sutopo. "Bisa diperpanjang."

Sutopo juga menjelaskan bahwa bencana tsunami ini masih tergolong sebagai bencana Kabupaten. Hingga saat ini, masih belum ada wacana untuk menetapkan tsunami yang turut menewaskan beberapa personel band Seventeen ini sebagai bencana Nasional. "Pemda sanggup mengatasi, potensi nasional juga siap menangani bencana ini," pungkas Sutopo.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!