Bikin Resah Warga, Polri Kantongi Akun-Akun Penyebar Hoaks Tsunami Selat Sunda
Nasional

Meski sudah mengidentifikasi akun penyebar hoaks, polisi tidak langsung menangkap mereka.

WowKeren - Tragedi tsunami yang terjadi di Selat Sunda pada Sabtu (22/12) belum lama ini cukup menimbulkan kecemasan warga. Ditambah dengan fakta bahwa Gunung Anak Krakatau hingga kini masih terus erupsi, tentu warga semakin was-was.

Meski begitu, ada saja oknum-oknum tak bertanggung jawab yang menyebar isu-isu sesat terkait tsunami di Selat Sunda. Isu-isu yang berkembang di media sosial tentu menambah kepanikan warga.

Setelah melakukan penelusuran, tim siber Polri berhasil mengidentifikasi akun-akun penyebar hoaks. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. “Sudah ada beberapa akun yang di-profiling dan sudah diidentifikasi pelakunya,” ujar Dedi Prasetyo di Jakarta, Rabu (26/12).

Meski begitu, Dedi menjelaskan pihaknya tidak langsung menangkap pemilik akun penyebar hoaks tersebut. Namun, ia lebih memilih untuk mengambil langkah persuasif dengan memberikan literasi digital. Tentu saja, jika upaya literasi ini tidak membuat penyebar akun jera dan masih menyebar hoaks lagi maka polisi akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum.

“Literasi digital diberikan agar masyarakat tidak menyebarkan hoaks,” lanjut Dedi. “Tapi kalau masih sebarkan hoaks buat kegaduhan di media, kita bisa lakukan gakkum terhadap orang yang memiliki akun tersebut.”


Media sosial memang menawarkan kemudahan bagai siapa saja dalam menyebarkan berita-berita. Termasuk penyebaran berita hoaks yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Berita hoaks sangat cepat menyebar. Sehingga, untuk meminimalisir hal itu pihak Polri akan mencabut akun-akun yang diduga penyebar hoaks di media sosialnya. Hal tersebut dilakukan polisi dengan menggandeng Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Nanti akan melakukan take down maupun blokir,” imbuh Dedi. “Terhadap akun-akun yang sebarkan berita hoaks.”

Sebelumnya, pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengimbau warga untuk tidak mudah percaya dengan isu sesat terkait tsunami Selat Sunda. Untuk mendapatkan informasi terkini yang valid, masyarakat bisa memantau akun media sosial BMKG.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan bahwa pihaknya akan senantiasa memberikan informasi update terkait bencana tsunami Selat Sunda. Bahkan, BMKG sendiri sudah mengembangkan aplikasi mobile bernama MAGMA Indonesia.

Aplikasi tersebut akan memberikan informasi secara real time terkait aktivitas erupsi Anak Krakatau. Melalui aplikasi ini juga masyarakat bisa mendapatkan peringatan dini terkait aktivitas Anak Krakatau.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!