Jatim terindikasi oleh masalah radikalisme sehingga akan menjadi target program penanggulangan terorisme selanjutnya.
- Wahyu
- Jumat, 28 Desember 2018 - 13:51 WIB
WowKeren - Selain ketakutan akan bencana yang melanda, kepanikan masyarakat Indonesia juga datang dari ancaman teror. Masalah ini tentu menjadi PR tersendiri bagi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto.
Pemerintah Indonesia berupaya menyisir benih-benih radikalisme yang terindikasi oleh aksi terorisme. Tentu saja, hal ini dilakukan secara bertahap daerah demi daerah di Indonesia.
Setiap tahun selalu ada wilayah yang menjadi target program penanggulangan terorisme. Wiranto menyebutkan bahwa untuk tahun depan program ini akan dilaksanakan di Jawa Timur.
Pemilihan ini tak dilakukan begitu saja. Namun, hal itu berdasarkan hasil pantauan yang telah dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
“Jatim dulu karena kami akan coba cari daerah-daerah yang kami lihat ada indikasi masalah terpapar oleh aksi dan terorisme,” kata Wiranto di Hotel Borobudur, Jakarta pada Kamis (27/12). “Tentu ini hasil pemantauan BNPT.”
Program tersebut tak hanya dilaksanakan oleh BNPT sendiri, namun juga bekerja sama dengan seluruh kementerian. Program ini merupakan upaya nyata pemerintah untuk menghilangkan radikalisme.
Penanggulangan terorisme dinilai cukup memberikan hasil yang signifikan. Sebab melalui program ini, seluruh lembaga dapat secara langsung memberikan pembinaan pada orang-orang yang sudah terpapar radikalisme.
“Sinergi ini ternyata menghasilkan sesuatu yang luar biasa,” tambah Wiranto. “Karena semua K/L terlibat langsung membina masyarakat yang termarjinalkan, membina eks napi teroris, dan membina orang-orang yang sudah terpapar radikalisme.”
Kepala BNPT, Suhardi Alius mengungkapkan pihaknya akan bergerak ke Jatim karena program yang sebelumnya diusung di Jawa Tengah sudah selesai. Agar para teroris dan korban yang sudah sadar tidak kembali ke jalan yang salah, mereka diberi akses ekonomi berupa mata pencaharian.
“Kenapa Jatim? Kita sudah urus Jateng,” ungkap Suhardi dilansir Merdeka.com pada Jumat (28/12). “Kita berikan akses ekonomi dan warung untuk teroris dan korban yang sudah sadar, kita kasih mata pencarian mereka. Kita kasih akses ekonomi, sehingga tidak kembali.”
Saat ini, Suhardi mengungkap telah menyurati Gubernur Jatim terkait program tersebut. Ia berharap agar pemerintah Jatim dan juga Indonesia turut mendukung sinergitas program ini.
(wk/wahy)