Bantah Tim Prabowo, Begini Klarifikasi Kubu Jokowi Soal Kontroversi Ira Koesno Jadi Moderator Debat
Nasional

Sebelumnya, tim Prabowo Subianto mengatakan bahwa munculnya nama Ira Koesno adalah atas usulan kubu Jokowi.

WowKeren - Pemilu 2019 akan segera dilaksanakan. Berbagai persiapan dilakukan Komisi Pemilihan Umum untuk memfasilitasi pasangan Capres dan Cawapres Indonesia menawarkan visi dan misi mereka kepada masyarakat Indonesia. Salah satu yang paling ditunggu adalah Debat Capres-Cawapres Indonesia yang rencananya akan segera digelar pada 17 Januari 2019 mendatang.

Dalam ajang debat tersebut, KPU akhirnya menetapkan dua nama yang akan menjadi moderator. Mereka adalah jurnalis senior Ira Koesno dan juga presenter TVRI Imam Priyono. Kendati sudah diputuskan, pemilihan Ira Koesno sebagai moderator debat ternyata menuai kontroversi.

Protes berasal dari kubu paslon Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Perwakilan tim Prabowo menyatakan bahwa kemunculan nama Ira Koesno tersebut berdasarkan usulan dari kubu oposisi, yakni Joko Widodo dan Ma'aruf Amin.


Akan tetapi, perwakilan tim Jokowi-Ma'aruf membantah tuduhan tersebut. Mereka menyatakan bahwa tim Jokowi-Ma'aruf hanya menyetujui apa yang diusulkan oleh KPU dan juga TVRI sebagai stasiun televisi yang menyiarkan.

Nama Ira Koesno pertama kali muncul atas usulan KPU dalam rapat pertama menentukan moderator debat kandidat. Jadi, menurutnya menjadi aneh jika tiba-tiba tim Prabowo mengatakan bahwa kemunculan Ira Koesno adalah berdasarkan usulan tim Jokowi.

"Jadi waktu itu TVRI bilang, kalau hanya satu moderator, maka kami usulkan Ira Koesno, karena dia memiliki jarak yang sama untuk semua paslon alias netral. Lalu kedua perwakilan paslon menyetujuinya," ujar Abdul Kadir Kading, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'aruf, seperti dilansir Tempo pada Senin (31/12). "Jadi kok aneh kalau ada yang bilang sekarang kami yang mengusulkan? Memutar kata itu tidak baik."

Sebelumnya, usulan untuk mengganti moderator debat capres sempat diungkapkan oleh kubu Prabowo. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, menyatakan bahwa Ira memiliki rekam jejak yang kurang bagus saat debat Pilkada DKI beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, ia lebih mengusulkan nama Rosiana Silalahi sebagai moderator debat Capres-Cawapres karena dinilai lebih adil.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait