Sutopo dinilai berdedikasi tetap mengabarkan bencana yang terjadi di Indonesia meski tengah menderita kanker paru-paru.
- Silmi Amalia Fidareni
- Senin, 31 Desember 2018 - 12:43 WIB
WowKeren - Bencana alam yang silih berganti datang di Indonesia tentu membuat sedih banyak pihak. Beberapa waktu lalu, gempa dan juga tsunami yang menerjang Indonesia juga turut menjadi perhatian dunia. Di balik semua itu, terdapat sesosok yang setia memberikan kabar terbaru mengenai bencana alam yang menerpa wilayah Indonesia.
Ia adalah Sutopo Purwo Nugroho. Sutopo saat ini menjabat sebagai Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat di Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Sebelumnya, ia bekerja di pemerintahan kemudian ditetapkan sebagai Direktur Pengurangan Risiko Bencana BNPB pada tahun 2010.
Menilik media sosialnya, Sutopo dikenal sangat aktif memberikan update terkini mengenai informasi bencana yang ada di Indonesia. Sutopo juga menjadi pribadi yang senantiasa melawan kabar-kabar hoaks yang banyak beredar terkait bencana.
Berkat dedikasi dan rasa kemanusiannya yang luar biasa tersebut, harian Amerika, The New York Times, terlihat memuat profil Sutopo dalam tulisannya. Dalam judul artikel tersebut, dedikasi Sutopo dikaitkan dengan penyakit yang tengah dideritanya, yakni kanker paru-paru. "He Helped Indonesia Through a ‘Year of Disasters,’ While Facing His Own," demikian judul artikel yang memuat profil Sutopo dalam harian The New York Times.
Melihat profil dirinya dimuat di salah satu harian terbesar di Amerika tersebut, Sutopo merasa kaget. Dalam Instagram pribadinya, Sutopo mengatakan bahwa ada seorang wartawan bernama Richard C. Paddock, wartawan New York Times, yang jauh-jauh datang ke Indonesia untuk menemuinya.
Richard lantas menyatakan bahwa apa yang dilakukan Sutopo dalam menyampaikan informasi terkini perihal bencana sangatlah menarik dari sisi kemanusiaan. Padahal di saat yang bersamaan, Sutopo tengah menderita sakit kanker paru-paru stadium 4b yang pastinya menyakitkan. Mengesampingkan rasa sakitnya, Sutopo tetap berdedikasi memberikan informasi yang cepat dan akurat perihal bencana kepada masyarakat Indonesia.
Menariknya, Richard mengatakan bahwa di Amerika, penyampaian informasi bencana tak secepat yang dilakukan oleh Sutopo. "Di USA tidak secepat itu. Media sulit mendapatkan data dan informasi yang cepat saat ada bencana di Amerika. Twitter kamu juga ada sering memuat hal-hal yang lucu dan tentang kehidupan, kesehatan, hoax, dan lainnya. Kita orang Amerika banyak yang simpati, respek dan memberikan apresiasi apa yang Pak Topo lakukan. Itulah alasan saya datang kesini," tulis Sutopo dalam unggahannya mengenai pendapat Richard.
"Saya sendiri tidak menyangka wawancara dimuat pada The Saturday Profile New York Times 28/12/2018," tulis Sutopo dalam unggahannya. "Biasanya yang dimuat disitu adalah tokoh atau orang yang kaliber super top."
Warganetpun merasa bangga dengan pencapaian yang diraih oleh Sutopo ini. Apalagi, ia juga menjadi wakil dari Indonesia yang mengharumkan nama negara di mata dunia.
"Semangat pa...semoga Allah selalu memberikan keshabaran & kekuatan.....dan terus menjadi inspirasi bagi kami....," tulis akun @i***1. "Keren Pak Topo," sahut akun @d***ar. "Terharu dan sangat-sangat bangga . selalu semangat ya pak," tambah akun @nu***7__.
(wk/silm)