Sempat Ganggu Penerbangan, Awan Berbentuk Gulungan Ombak 18 KM Terlihat di Langit Makassar
Nasional

Awan tersebut terlihat jelas di atas Bandara Sultan Hasanuddin dan mengganggu jarak pandang pilot.

WowKeren - Warga Makassar dihebohkan dengan penampakan awan hitam yang menyerupai gulungan ombak. Awan berjenis kumulonimbus ini diperkirakan memiliki panjang delapan belas kilometer.

Awan tersebut terlihat di atas bandara Sultan Hasanuddin dan bergerak dari laut Makassar. Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Hasanuddin, Purwanto, mengatakan bahwa awan jenis ini memang biasa terlihat di musim hujan.

“Itu awan jenisnya kumulonimbus dan biasanya sering terbentuk saat musim hujan,” jelas Purwanto dilansir detikcom pada Rabu (2/1). “Masuk ke darat mengarah ke bandara dimensi panjangnya sekitar 18 km.”

Gulungan awan tersebut dikatakan Purwanto memiliki lebar empat belas kilometer dengan tinggi lima ribu meter. Adanya awan ini membuat pesawat yang masuk dan keluar bandara mengalami kesulitan.

General Manager Airnav Makassar, Novy Pantaryanto, mengatakan adanya gelombang awan ini sangat mengganggu penerbangan. Sebab, pesawat harus berputar-putar di dalam awan dan sekitar 10-15 menit baru bisa keluar.


“Kalau mengganggu, iya, sangat mengganggu, ujar Novy dilansir detikcom pada Rabu (2/1). “Pesawat berputar-putar di atas langit sekitar 15 menit dan saat sudah terbuka, maka pesawat kemudian bisa landing.”

Meski sempat menggangu penerbangan, Novi menjelaskan bahwa fenomena ini tidak sampai membuat jadwal penerbangan tertunda. Sehingga, aktivitas penerbangan masih bisa berjalan normal. Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak perlu melakukan penutupan bandara.

Adanya gulungan awan dapat menggangu jarak pandang pilot dari pesawat ke permukaan tanah sejauh 500 meter. Agar pesawat yang keluar masuk dapat beroperasi secara normal, pihak bandara terus berupaya memandu pesawat terkait ketinggian dan jarak pandang di darat.

“Sempat terjadi jarak pandang di bawah 500 meter dari batas 800 meter,” tutur Novy. “Kita informasikan ke pilot dan semua keputusan berada di pilot pesawat.”

Ia menambahkan bahwa pesawat yang hendak berangkat harus membawa cadangan bahan bakar lebih. Hal ini dimaksudkan agar jika terjadi gangguan di bandara tujuan, pesawat dapat mendarat di bandara alternatif.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait