Kementerian Pendidikan Taiwan Tanggapi Isu Kerja Paksa yang Seret Mahasiswa Indonesia
Nasional

Muncul dugaan bahwa beberapa mahasiswa termasuk dari Indonesia diminta kerja paksa dengan iming-iming beasiswa di Taiwan.

WowKeren - Dugaan adanya kerja paksa yang menyeret ratusan mahasiswa Indonesia di Taiwan masih menjadi perbincangan hangat. Kabarnya, ratusan mahasiswa yang diminta kerja paksa tersebut diiming-imingi beasiswa kuliah di Taiwan. Mereka juga disebut tidak akan dibantu studinya jika tidak mau bekerja.

Akan tetapi, Pemerintah Taiwan dalam hal ini Kementerian Pendidikan Taiwan telah membantah tegas adanya tudingan kerja paksa tersebut. Mereka juga telah melakukan pengecekan langsung terhadap kampus yang diduga memaksa mahasiswanya bekerja.

Pihak Kementerian Pendidikan Taiwan juga membawa sejumlah petugas dari Indonesia untuk melakukan pengecekan. "Pagi ini pejabat dari Kementerian Pendidikan Taiwan beserta pejabat Indonesia di Taipei (KDEI) telah mengunjungi universitas untuk memeriksa kasus ini. Dan mahasiswa Indonesia di sana menyangkal ada masalah seperti yang disampaikan," demikian pernyataan kantor perwakilan Taiwan di Indonesia seperti dilansir dari Detik pada Jumat (4/1).


Lebih lanjut, para mahasiswa Indonesia yang berada di Hsin Wu Technology University telah membuat pernyataan yang ditandatangani dan video yang menyatakan dukungan pada kampus. Pemerintah Taiwan juga menegaskan bahwa mereka selalu melihat kesejahteraan dan hak diaspora masyarakat Indonesia yang ada di Taiwan.

Pihak Hsin Wu Technology University sendiri juga telah melakukan bantahan tegas terhadap dugaan ini. Mereka menyatakan memang menyediakan kesempatan kerja bagi para mahasiswa. Hal itu juga disesuaikan dengan kondisi ekonomi mahasiswa. Namun, mereka juga memberikan perlindungan atas hak-hak dan kepentingan mahasiswanya.

Di sisi lain, pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan akan menghentikan sementara pengiriman dan perekrutan mahasiswa skema kuliah-magang. Sebelumnya, anggota parlemen Taiwan, Ko Chi-hen, melaporkan kondisi mengejutkan ratusan mahasiswa asal Indonesia. Ia menyebut bahwa para mahasiswa tersebut diizinkan masuk ke kelas selama 2 hari per minggu dan mendapatkan 1 hari untuk beristirahat.

Para mahasiswa ini disebut bekerja di sebuah pabrik lensa kontak yang ada di Hsinchu. Mereka juga dikabarkan mayoritas perempuan dan diberi upah yang sangat rendah.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait