BNPB Prediksi 2500 Bencana Landa Indonesia, Begini Tanggapan DPR
Nasional

BNPB memprediksi akan ada sekitar 2500 bencana alam yang terjadi di Indonesia pada tahun 2019. yang didominasi oleh banjir, longsor, dan angin puting beliung.

WowKeren - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi sebanyak 2.500 bencana alam akan melanda Indonesia, termasuk banjir, tanah longsor, dan puting beliung. Kondisi alam Indonesia yang memiliki banyak gunung berapi juga menyimpan potensi bencana jika terjadi erupsi.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Sodik Mudjahid meminta agar pihak terkait memperkuat early warning system bencana dengan teknologi canggih. Tak hanya itu, ia juga mengimbau agar aparat kemanan mengoperasikannya dengan baik dan efektif.

“Perkuat early warning system dengan teknologi mutakhir,” kata Sodik dilansir Okezone pada Jumat (4/1). “Dan siapkan aparat untuk operasinya dengan baik dan efektif.”

Tak hanya pihak pemerintah, Sodik mengimbau agar masyarakat juga ikut tanggap terhadap bencana alam. Oleh sebab itu menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan sosialisasi bencana secara merata dan sistematis.

Dengan begitu, masyarakat bisa lebih siap dan paham langkah apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana. “Dan latih apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana,” ujar Sodik.


Penyebab bencana yang terjadi di Indonesia juga tak lepas dari campur tangan manusia. Seperti longsor yang terjadi belum lama ini di Sukabumi. Adanya perubahan fungsi penggunaan lahan membuat tanah semakin rentan mengalami longsor.

Hal tersebut juga dikemukakan oleh Kepala BNPB Willem Rampangilei. Salah satu penyebab terjadinya bencana hidrometrologi adalah semakin meluasnya kerusakan daerah aliran sungai. Selain itu, fenomena kerusakan hutan dan lingkungan juga ikut menyumbang terhadap banyaknya bencana yang terjadi di Indonesia.

Sebelumnya, DPR sempat mendorong Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan BNPB untuk segera melengkapi dan memperbaiki peralatan early warning system. Sebab, peringatan dini merupakan aspek yang paling penting dalam meminimalisir banyaknya korban jiwa yang berjatuhan ketika bencana terjadi.

Dengan adanya peringatan dini, pemerintah dapat menyampaikan kepada masyarakat jika bencana akan terjadi. Sehingga, masyarakat memiliki cukup waktu untuk melakukan evakuasi. Hal tersebut berkaca dari tragedi tsunami Selat Sunda beberapa waktu lalu, dimana tidak ada peringatan sehingga masyarakat tidak sempat melakukan evakuasi.

“Mendorong BMKG dan BNPB untuk segera melengkapi dan memperbaiki peralatan early warning system (EWS),” kata Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) beberapa waktu lalu. “Untuk mencegah jatuhnya korban jiwa, apabila terjadi kembali bencana alam seperti longsor, banjir, gempa bumi, maupun tsunami.”

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait