Jejak Kasus Muslim Uighur, Pemerintah Tiongkok Akhirnya Buka Akses untuk PBB
Dunia

Xinjiang terbuka bagi siapa saja, termasuk utusan PBB yang datang untuk meninjau. Namun, mereka harus mematuhi hukum yang berlaku di sana.

WowKeren - Pemerintah Tiongkok akhirnya mau membuka akses dunia internasional ke Xinjiang untuk meninjau kondisi Muslim Uighur. Dikabarkan bahwa sekitar satu juta etnis Uighur mengalami tindak kekerasan namun dunia tidak dapat "menjamah" Xinjiang karena pemerintah Tiongkok menutup rapat wilayah ini.

Namun kemudian pemerintah Tiongkok menyambut baik kedatangan utusan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Hal tersebut dikemukakan oleh Juru Bicara Menteri Luar Negeri Tiongkok, Lu Kang.


Ia menuturkan bahwa Tiongkok terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung, termasuk PBB. Namun tentu saja, mereka harus mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku di negeri tersebut.

"Xinjiang adalah wilayah terbuka," kata Lu Kang dilansir Aljazeera pada Selasa (8/1). "Kami menyambut semua pihak, termasuk pejabat PBB, untuk berkunjung, dengan catatan mereka mematuhi hukum dan peraturan Tiongkok serta melalui prosedur yang tepat."

Gubernur Xinjiang, Shorat Zakir, meminta agar pihak internasional yang datang tidak mencampuri urusan dalam negeri tersebut. Sebab menurutnya, urusan dalam negeri menjadi tanggung jawab pemerintah demi kesejahteraan rakyatnya.

"Kami juga berharap siapa saja yang datang tidak mencampuri urusan dalam negeri China dan persatuan nasional," kata Shorat di Xinjiang pada Sabtu (5/1). "Karena kami ingin membahagiakan masyarakat kami."

Shorat menambahkan bahwa berbagai kasus ekstrimisme dan terorisme telah mengakibatkan trauma bagi masyarakat Xinjiang. Pemerintah Tiongkok memiliki cara tersendiri untuk menanggulangi penyebaran terorisme melalui sistem pendidikan dan pelatihan vokasi. Beberapa personel juga telah didatangkan ke Xinjiang untuk melakukan investigasi.

"Berbagai kasus terorisme dan ekstremisme telah mengakibatkan trauma terhadap masyarakat Xinjiang," terang Shorat. "Selama 10 tahun kami memikirkan penanganannya, termasuk dengan melakukan investigasi. Beberapa personel juga didatangkan ke Xinjiang untuk mengatasi hal ini."

Shorat mengeklaim bahwa pembentukan camp vokasi mampu menghindarkan masyarakat Tiongkok dari pengaruh ekstrimisme. Melalui peningkatan skill individu, diharapkan pemerintah mampu membatasi ruang gerak ekstrimsime. Shorat mengatakan akan membangun satu pusat pelatihan di setiap kabupaten, dengan skala 300 hingga 1000 orang.

"Kami akan bangun satu pusat pelatihan dan pendidikan kejuruan di setiap kabupaten," ujar Shorat. "Untuk unit berskala kecil bisa menampung 300-700 orang, sedangkan terbesar bisa 1.000 orang."

You can share this post!

Related Posts
Loading...