Melalui utasan Twitter miliknya, politisi muda Gun Romli menyebut kubu Prabowo-Sandiaga takut dengan pertanyaan-pertanyaan tajam ala Najwa Shihab.
- Silmi Amalia Fidareni
- Rabu, 23 Januari 2019 - 11:22 WIB
WowKeren - Setelah menggelar debat pilpres pada Kamis (17/1) kemarin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan segera melangsungkan debat kedua pada 17 Februari mendatang. Berdasarkan evaluasi, ada beberapa hal yang akan diubah dalam debat kedua. Salah satunya mengenai susunan moderator debat.
Beberapa nama diusulkan menjadi moderator, salah satunya adalah jurnalis senior Najwa Shihab. Namun, kemunculan namanya ditolak oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Selain itu, ada pula Sujiwo Tejo yang meminta Najwa Shihab tak dijadikan moderator karena ada indikasi tak netral.
Najwa Shihab sendiri sudah memberikan bantahan terkait tudingan dirinya tak netral. Wanita yang akrab disapa Nana ini menjelaskan bahwa dirinya menjunjung tinggi indepedensi. Ia juga menyinggung mengenai aksinya menjadi moderator dalam debat Pilgub DKI Jakarta.
Orang cerdas tidak takut dgn pertanyaan2 Najwa Shihab, tp kalau orang bodoh yg modalnya cuma bohong, hoax & fitnah pastilah takut dgn pertanyaan2 Najwa Shihab
— Mohamad Guntur Romli (@GunRomli) 22 Januari 2019
Penolakan Najwa Shihab menjadi moderator debat oleh kubu Prabowo-Sandiaga ini mendapatkan perhatian dari penulis, aktivis, dan politisi muda, Mohammad Guntur Romli. Dalam utasan Twitter pribadinya, Guntur menyebut Prabowo-Sandiaga takut akan pertanyaan-pertanyaan yang akan diberikan Najwa Shihab.
"Orang cerdas tidak takut dgn pertanyaan2 Najwa Shihab, tp kalau orang bodoh yg modalnya cuma bohong, hoax & fitnah pastilah takut dgn pertanyaan2 Najwa Shihab," tulis Guntur dalam cuitannya pada Selasa (22/1) kemarin. "Selama ini Prabowo & Sandi kan identik dgn kebodohan dan kebohongan maka wajar takut pada Najwa Shihab."
Selain Najwa Shihab, nama Tommy Tjokro juga diusulkan menjadi moderator debat pilpres kedua. Ketua KPU, Arief Budiman, menyatakan bahwa dua nama tersebut diusulkan oleh stasiun televisi. "Ya, itu diusulkan oleh TV," jelas Arief Budiman di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat pada Senin (21/1).
(wk/silm)