Kementerian Perhubungan tidak menyetujui wacana sepeda motor masuk jalan tol yang sebelumnya diajukan oleh Ketua DPR, Bambang Soesatyo.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 30 Januari 2019 - 09:42 WIB
WowKeren - Ketua DPR, Bambang Soesatyo, mengusulkan wacana sepeda motor diizinkan masuk ke jalan tol. Bambang menilai bahwa pengendara sepeda motor juga memiliki hak yang sama dengan pengguna jalan lain.
Wacana ini pun menimbulkan banyak perdebatan. Kementerian Perhubungan juga tidak menyetujui wacana tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setyadi. Menurut Budi, jalan tol malah berbahaya bagi pengendara sepeda motor.
"Menurut saya, kalau untuk kepentingan safety," tutur Budi saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (29/1). "Motor masuk tol itu tidak recommended."
Budi menjelaskan bahwa jalan tol dipergunakan oleh kendaraan roda empat atau lebih untuk jarak jauh dengan kecepatan tinggi. Sehingga apabila ada pengendara motor yang juga menggunakannya dalam waktu bersamaan tanpa batas pengaman kendaraan, hal ini bisa menimbulkan mara bahaya.
"Kalau itu dijadikan untuk jarak jauh kan bahaya, apalagi kalau misalnya jalan tol untuk sepeda motor tidak ada barikade atau tidak dipisahkan," jelas Budi. "Mobil di jalan tol itu kecepatan tinggi, kalau mobil jalan tiba-tiba ada motor kan pasti agak goyang. Apalagi jalan tol kan terbuka, anginnya besar."
Ia pun memberi contoh pengguna sepeda motor yang melewati jalan tol dari Karawang ke Cirebon. Risiko yang ada sangat besar karena jalan tol yang dilalui hanya dibatasi marka jalan antara mobil dan motor.
"Mungkin ada orang dari Karawang mau ke Cirebon," papar Budi. "Menggunakan sebelah kiri jalan tol dengan kondisi katakanlah hanya dibuat marka. Seperti apa bahayanya."
Meski demikian, Budi juga mengungkapkan bahwa sepeda motor masih bisa dimungkinkan masuk jalan tol jarak pendek. Sama seperti yang sudah diterapkan di Tol Surmadu dan Tol Mandara Bali.
"Possible manakala khusus jarak pendek, seperti di Bali dan Suramadu juga," terang Budi. "Tapi kalau jarak panjang itu bahaya."
(wk/Bert)