Adik almarhum Sartono menjual rumah tersebut dan berencana membagi hasil penjualan dengan para ahli waris.
- Wahyu
- Rabu, 30 Januari 2019 - 14:34 WIB
WowKeren - Nama Sartono tak asing lagi di dunia pendidikan Tanah Air. Beliau dikenal sebagai pencipta lagu "Hymne Guru" yang hingga kini masih sering dinyanyikan oleh anak-anak sekolah.
Sebelum wafat, almarhum Sartono tinggal di Jalan Halmahera No 98, Kelurahan Oro Ombo, Kota Madiun. Sayang, rumah terbuat dari kayu yang pernah ditinggalinya bersama istri dan anaknya itu kini akan dijual.
Istri almarhum, Damijati (68), mengaku tidak ikut campur soal penjualan rumah tersebut. Adapun pihak yang berniat menjualnya adalah adik almarhum sendiri. Rencananya, hasil penjualan tersebut nantinya akan dibagikan ke ahli waris.
"Sekali lagi itu yang menjual bukan saya. Di luar ada rumor katanya saya jual Rp 300 juta. Tidak benar itu," kata Damijati dilansir detikcom pada Rabu (30/1). "Yang jual saudaranya suami saya. Mau dibagi waris ke saudara-saudaranya."
Damijati sendiri mengaku cemas lantaran ia tidak tahu bagaimana nasib dirinya dan anaknya jika rumah tersebut sudah terjual. Ia berencana menjual seperangkat gamelan untuk mengontrak rumah.
Berita mengenai penjualan rumah tersebut telah diunggah di Instagram oleh akun @lambe_turah. Ia merasa sedih dengan kejadian tersebut sehingga berharap ada pihak yang mau menolong Damijati dan anaknya.
"Mirissss dengan kejadian seperti ini," tulis akun @lambe_turah di Instagram miliknya pada Rabu (30/1). "Padahal lagunya sampai sekarang minceu pun masih sering nyanyiin lhooo."
Tak hanya @lambe_turah, warganet yang melihat unggahan tersebut pun juga banyak yang merasa miris. Akun may***eup95 misalnya. Akun ini berdoa agar Damijati dan anaknya diberi kemudahan dan dilancarkan rezekinya.
""Ya allah. Miris banget,", tulis akun ma***keup95 di Instagram pada Rabu (30/1). "Semoga di mudahkan yah bu segala urusannya di lancarkan rezekinya dan keluarga yang berbuat tidak adil kepada ibu di bukakan pintu hatinya."
Warganet menyayangkan sikap keluarga almarhum yang terkesan serakah. Mereka memperebutkan rumah tersebut tanpa memikirkan ke mana Damijati dan anaknya akan tinggal selanjutnya.
"Ya Allah 8x15 aja masih diperebutkan.. kenapa ga mikir siapin itu tanah 1x2 meter aja dr skrg dibuat nyaman wahai keluarga mendiang??" tulis akun @mrs.w***udi_dcdj. "Setidaknya berilah tempat berteduh maruk banget .. Klo emng smua mau hrta setidaknya kontrakin kek apa belikan rumah," protes akun @lulu_***ena.
(wk/wahy)