Kementerian Perhubungan menyampaikan bahwa Citilink telah sepakat untuk menunda kebijakan bagasi berbayar.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 31 Januari 2019 - 14:42 WIB
WowKeren - Maskapai penerbangan Citilink rencananya akan menerapkan bagasi berbayar mulai 8 Februari 2019 mendatang. Namun, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyampaikan bahwa Citilink telah sepakat untuk menunda penerapan kebijakan tersebut.
Sebelumnya, Komisi V DPR RI telah memberi desakan untuk menunda penerapan bagasi berbayar. Kemenhub pun melakukan rapat konsolidasi dengan Citilink dan mencapai kesepakatan tersebut.
"Berdasarkan konsolidasi tersebut, pihak Citilink menyetujui untuk melakukan penundaan penerapan bagasi berbayar," terang Dirjen Perhubungan Udara, Polana B Pramesti, dalam keterangan tertulis, Kamis (31/1). "Hingga waktu yang belum ditentukan."
Polana mengaku pihaknya sedang melakukan evaluasi dan penilaian penerapan ketentuan bagasi berbayar dalam rapat kerja tersebut. Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 185 tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Dalam Negeri.
"Kami akan lakukan kajian atau evaluasi terhadap semua aturan," tegas Polana. "Mulai dari PM 14 tahun 2016 sampai PM 185 tahun 2015."
Tujuan pengkajian ulang tersebut adalah agar masyarakat tak merasa terbebani dengan kebijakan baru tersebut. Selain itu, kelangsungan maskapai penerbangan juga diharapkan dapat terus terjaga.
Desakan dari Komisi V DPR RI sendiri tertuang dalam kesimpulan rapat kerja yang digelar DPR RI dengan Kemenhub dan perwakilan maskapai nasional, Selasa (29/1). Pasalnya, pihak DPR RI memperhitungkan kemampuan ekonomi masyarakat.
"Komisi V DPR RI mendesak Kementerian Perhubungan cq Ditjen Perhubungan Udara untuk menunda pemberlakuan kebijakan bagasi berbayar hingga selesainya kajian ulang terhadap kebijakan tersebut," tutur Wakil Ketua Komisi V, Sigit Susiantomo. "Dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat dan kelangsungan industri penerbangan nasional."
Sebelumnya, pihak Citilink mengaku membuat kebijakan bagasi berbayar karena biaya operasional yang sangat tinggi. Sehingga kebijakan tersebut dibuat agar maskapai Citilink dapat terus eksis di industri penerbangan Tanah Air.
Meski demikian, tarif bagasi termurah disebut mulai dari Rp 9 ribu per kilogramnya. Penumpang juga bisa mendapatkan diskon 40 persen apabila membeli paket bagasi sebelum keberangkatan.
(wk/Bert)