Kapolri periode 1978-1982, Awaloedin Djamin, telah tutup usia di rumah sakit Medistra pada Kamis (31/1).
- Bertilia Puteri
- Jumat, 01 Februari 2019 - 11:19 WIB
WowKeren - Kabar duka datang dari keluarga besar Korps Bhayangkara. Mantan Kepala Kepolisian RI (Kapolri), Jenderal (Purn) Awaloedin Djamin, telah menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis (31/1). Ia diperkirakan meninggal dunia sekitar pukul 14.45 WIB di Rumah Sakit Medistra.
Kadiv Humas Polri, Irjen M. Iqbal, telah mengonfirmasi kabar tersebut. "Ya benar. Sekitar pukul 14.45 WIB almarhum berpulang," ujar Iqbal.
Mendiang Awaloedin meninggal di usia 91 tahun. Jenazahnya akan disemayamkan di auditorium PTIK, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
"Besok, rencananya akan disemayamkan di Auditorium PTIK," tutur Iqbal. "Dan disalatkan terlebih dahulu di masjid PTIK ba'da salat Jumat."
Jenazah Awaloedin akan dikebumikan di Tempat Pemakaman Pahlawan (TPP) Kalibata, Jakarta Selatan, hari ini (1/2). Rencananya, Kapolri Tito Karnavian akan menjadi insprektur upacara pemakaman tersebut.
Penyebab kematian mendiang Awaloedin sendiri adalah penyakit. Diketahui, selama ini mantan Kapolri tersebut sering berobat ke rumah sakit.
Kepala Bagian Penum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Polisi Syahar Diantoro, menyampaikan belasungkawanya mewakili segenap jajaran Polri. Syahar menjelaskan bahwa mendiang telah berjasa besar bagi kemajuan kepolisan Tanah Air.
"Polri turut berduka yang mendalam atas meninggalnya bapak Awaloedin. Beliau turut berjasa sangat besar bagi Polri dan mengabdikan diri untuk Polri," ujar Syahar. "Pemikiran-pemikiran beliau banyak disumbangkan untuk kemajuan Polri."
Mendiang diketahui menjadi Kapolri dalam periode 1978-1982. Selama mengabdi pada kepolisian, Awaloedin telah menerima sejumlah tanda jasa.
Di antaranya adalah Bintang Dharma, Bintang Bhayangkara, dan Bintang Mahaputra Adipradana. Mendiang juga pernah menerima penghargaan Satya Lencana Perang Kemerdekaan (I dan II), SL Karya Bhakti, SL Yana Utama, SL Panca Warsa, SL Peringkat Perjuangan Kemerdekaan RI, serta SL Penegak Veteran Pejuang Kemerdekaan RI.
Sebagai Kapolri ke-8, Awaloedin mendapat julukan Bapak Satpam Indonesia. Pasalnya, ia mempelopori lahirnya satpam.
Tak hanya itu, semasa hidupnya, Awaloedin juga menerapkan sistem keamanan keliling (siskamling). Sistem keamanan ini mengikutsertakan masyarakat dalam menjaga lingkungannya.
(wk/Bert)