DPR 2014-2019 Dinilai Terburuk Sejak Era Reformasi, Masyarakat Diimbau Jeli Saat Pilih Caleg
Nasional

Jika masyarakat salah memilih Caleg maka bukan tidak mungkin akan mengulangi kinerja buruk seperti yang sudah pernah ada sebelumnya.

WowKeren - Kinerja pemerintah selalu menjadi sorotan masyarakat. Salah satunya DPR. Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) menilai bahwa DPR yang sekarang ini adalah yang terburuk sejak era reformasi.

Hal tersebut dikemukakan oleh seorang peneliti Formappi, Lucius Karus. Ia mengatakan bahwa Pemilu merupakan saat yang tepat untuk bisa mengevaluasi wakil rakyat.


"DPR sekarang ini adalah yang terburuk selama era reformasi," kata Lucius dalam diskusi di kantor Formappi, Jakarta, Kamis (31/1). "Pemilu nanti adalah momentum untuk mengevaluasi wakil rakyat."

Formappi senantiasa melakukan evaluasi di setiap masa sidang DPR. Evaluasi tersebut dilakukan sebanyak lima kali dalam satu tahun. Dari lima evaluasi, hasilnya menunjukkan hanya satu kali DPR bisa membuktikan kinerja yang baik. Sedangkan di empat sisanya menunjukkan kinerja yang buruk. "Jadi hampir semua kesimpulan di masa sidang, kinerja DPR buruk," imbuh Lucius.

Ironisnya, dari anggota DPR saat ini akan ada sekitar 90 persen yang kembali mencalonkan diri sebagai Caleg. Dari jumlah Caleg yang ada, lebih dari 500 orang merupakan Caleg petahana.

Mengingat kinerja DPR yang kurang memuaskan, Lucius mengimbau masyarakat untuk menjadikan hal ini sebagai bahan pertimbangan saat memilih nanti. Masyarakat harus benar-benar teliti melihat dan menilai kinerja Caleg petahana yang maju ke Pemilu.

Sebab, jika masyarakat salah memilih maka hal itu sama saja akan mengulangi kinerja DPR yang buruk lagi. Yang mana, hal tersebut juga akan berimbas pada rakyat sendiri.

"Agar kinerja buruk DPR tidak terulang lagi," lanjut Lucius. "Tidak memilih anggota DPR berkinerja buruk."

Hal senada juga disampaikan oleh Caleg DPR dari partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedek Prayudi. Dedek menilai bahwa DPR yang sekarang adalah yang terburuk dalam sepuluh tahun terakhir. Hal itu dianggapnya ironis sebab di saat yang sama Indonesia memiliki presiden yang terbaik sejak era reformasi.

"Kita ironis. DPR sekarang paling buruk sejak 10 tahun terakhir," kata Dedek dilansir CNNIndonesia.com pada Jumat (1/2). "Ironisnya, kita punya presiden terbaik sepanjang era reformasi."

You can share this post!

Related Posts
Loading...