Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjutak, menyesalkan pernyataan Menkominfo Rudiantara.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 01 Februari 2019 - 13:53 WIB
WowKeren - Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjutak, menanggapi pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Diketahui, Rudiantara menuturkan "Yang gaji kamu siapa" pada salah satu aparatur sipil negara (ASN).
Lewat cuitannya pada Jumat (1/2), Dahnil menilai bahwa pernyataan tersebut berbahaya. Pasalnya, pernyataan tersebut dinilai bersifat intimidatif dan terkesan merendahkan.
"Bahaya sekali ketika pejabat publik membangun perspektif uang negara yang berasal dari rakyat itu adalah uang penguasa," terang Dahnil melalui akun Twitternya. "Sehingga mengintimidasi ASN dengan pertanyaan yang intimidatif dan cenderung menghina nalar sehat @rudiantara_id."
Bahaya sekali ktk pejabat publik membangun perspektif uang negara yg berasal dr rakyat itu adl uang penguasa shg mengintimidasi ASN dg pertanyaan yg intimidatif dan cenderung menghina nalar sehat @rudiantara_id
— Dahnil A Simanjuntak (@Dahnilanzar) January 31, 2019
Sebelumnya, tagar #YangGajiKamuSiapa sempat memuncaki trending topic di Twitter. Warganet memprotes pernyataan yang dikeluarkan oleh Menkominfo tersebut.
Pernyataan tersebut dilontarkan Rudiantara pada acara bertajuk "Kominfo Next", Kamis (31/1). Awalnya, Rudiantara meminta para pegawai Kominfo memilih stiker sosialisasi Pemilu 2019 yang akan ditempel di kompleks Kementerian.
Terdapat dua stiker, yang pertama berwarna merah dan yang kedua berwarna putih. "Preferensi teman-teman memilih nomor 1 atau nomor 2?" tanya Rudiantara.
Meski demikian, Rudiantara menegaskan agar para pegawai tak menghubungkan preferensi tersebut dengan pilihan politik pribadi mereka. Ia pun melakukan voting dengan sorakan yang paling keras. Ternyata, stiker nomor 2 lah yang mendapat sorakan paling ramai.
Rudiantara bertanya kepada salah satu ASN mengapa ia memilih stiker nomor 2. Namun pegawai tersebut justru menyampaikan alasan yang menjurus pada salah satu paslon tertentu.
"Bismillahirrahmanirrahim, mungkin terkait keyakinan saja, Pak," tutur ASN tersebut. "Keyakinan atas visi-misi yang disampaikan nomor dua, yakin saja."
Rudiantara lalu menjelaskan dirinya tak bisa menerima alasan sang ASN karena tidak berhubungan dengan desain stiker. Setelah mempersilahkan pegawai tersebut kembali ke tempat semula, Rudiantara kembali bertanya pada pegawai tersebut.
"Bu! Bu! Yang bayar gaji ibu siapa sekarang?" tanya Rudiantara dengan nada meninggi. "Pemerintah atau siapa? Hah?"
(wk/Bert)