Terkenal agamis, Ma'ruf mengakui bahwa warga Sumatera Barat sulit dipengaruhi meski sang calon wapres adalah seorang kiai.
- Silmi Amalia Fidareni
- Kamis, 07 Februari 2019 - 11:14 WIB
WowKeren - Calon presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin, mengaku akan gunakan cara khusus untuk meraup suara warga Sumatera Barat. Diakui Ma'ruf, Sumatera Barat merupakan daerah yang sulit diraih suaranya untuk mendukung paslon nomor urut 01 itu.
Masyarakatnya dikenal agamis, Ma'ruf menyebut masih sulit memenangkan hati warga Sumbar meski dirinya adalah kiai. "Besok saya akan ke Padang. Terus terang Sumatera Barat ini termasuk yang agak berat. Sampai wakil presidennya kiai saja sampai enggak nembus," terang Ma'ruf Amin saat memberi sambutan dalam dklarasi dukungan orang Minang pada Rabu (6/2) kemarin.
Warganya dikenal agamis, Ma'ruf memutuskan untuk menggunakan pendekatan agama dalam berkampanye di Sumbar. Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia ini juga memberikan janji menghapus buta huruf Al-Qur'an.
Ma'ruf menjelaskan bahwa janji-janji pembangunan infrastruktur sudah diterima oleh warga Sumatera Barat. Oleh karena itu, ia menilai janji pendekatan agama akan lebih efektif.
Selain itu, ia juga akan menyebutkan dukungan orang Padang di Jakarta kepada para warga Sumbar. "Orang Padang di Jakarta saja dukung 01, masa yang di Sumbar tidak. Saya akan bilang di sana, kami sudah dapat dukungan penuh dari orang awak di (tanah) rantau," terang Ma'ruf.
Mengenai target peraihan suara, Ma'ruf mengaku tak memasang angka khusus. Namun, ia berharap bisa memenangkan suara di Sumbar dalam Pemilu April 2019 mendatang. "Kalau bisa ya menang banyak, tapi minimal kami tidak kalah," pungkas Ma'ruf.
Di sisi lain, dukungan juga diterima pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang berasal dari alumni SMA Pangudi Luhur. Diketahui, SMA tersebut merupakan almamater dari lawan politiknya, Sandiaga Uno.
“Malam hari ini saya betul-betul kaget menerima dukungan dari anak-anak PL, alumni-alumni PL," kata Jokowi saat berpidato dalam acara Deklarasi Alumni PL Bersatu di Jakarta, Rabu (6/2). "Kagetnya bukan apa-apa, sebenarnya tadi mau saya tanyakan, kok yang didukung saya?”
(wk/silm)