Para pengusaha pariwisata di Bali menentang keras wacana Sandiaga, seperti ini alasan mereka.
- Silmi Amalia Fidareni
- Selasa, 26 Februari 2019 - 15:37 WIB
WowKeren - Calon Wakil Presiden Indonesia nomor urut 02, Sandiaga Uno mendapatkan protes keras dari para pengusaha wisata di Bali. Pasalnya, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mencanangkan akan membuat wisata halal di Bali.
Para pengusaha ini menyebut jika Bali selama ini sudah memiliki ciri khas wisatanya sendiri. Akan sangat sulit untuk mengubah branding Bali yang selama ini sudah mendunia.
"Sama, kita di Asita juga sangat menggarisbawahi bahwa Pariwisata Bali itu sudah punya identitas yang sangat khas dan unik, yaitu pariwisata budaya," terang Ketua Association of the Indonesian Tours and Travel (ASITA) Bali, I Ketut Ardana, seperti dilansir Detik pada Selasa (26/2). "Budaya inilah magnetnya. Bali bisa mendunia seperti sekarang ya karena daya tarik budayanya bukan yang lain."
Ardana mengaku kecewa dengan wacana Sandiaga yang tak sejalan dengan keputusan Pemerintah Provinsi Bali yang menjadikan Pulau Dewata sebagai destinasi wisata budaya. Menurut Wardana, Sandiaga bisa menerapkan wisata halal di tempat lain yang lebih sesuai.
Sejalan dengan Ardana, Ketua Bali Tourism Board (BTB), Ida Bagus Agung Partha Adnyana, justru menyebut wacana tersebut akan ditakutkan menimbulkan polemik. Menurutnya, turis mancanegara akan sulit menerimanya. "Lebih banyak menjadi polemik di market dibanding support-nya. Selama ini kan sudah jalan juga, dan tidak pernah jadi masalah," terang Adnyana.
Sandiaga menyampaikan wacana pengembangan wisata halal di Bali ini dalam kampanyenya. Ia menyebut potensi wisata halal yang tengah menjadi tren bisa direbut oleh Bali. "Kita ingin Bali, Indonesia secara umum, juga ngambil potensi pariwisata halal yang konon kabarnya di atas Rp 3.000 triliun potensinya. Ini sangat luar biasa potensinya kalau bisa kita ambil untuk gerakan ekonomi di Bali," ujar Sandiaga Uno.
Wakil Prabowo Subianto dalam Pemilu 2019 mendatang juga sempat mendapatkan penolakan kampanye di Bali. Sandiaga bahkan disebut harus batal kampanye di daerah Tabanan, Bali lantaran menghindari konflik penolakan dari pendukung Joko Widodo.
(wk/silm)