Waketum Gerindra menyebut Andi hanyalah korban yang harusnya segera mendapatkan rehabilitasi.
- Silmi Amalia Fidareni
- Senin, 04 Maret 2019 - 17:07 WIB
WowKeren - Penangkapan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief, begitu mengejutkan publik. Andi dilaporkan ditangkap polisi lantaran menggunakan narkoba jenis sabu. Ia ditangkap di kamar hotel nomor 14, lantai 12, Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat pada Senin (4/3).
Berdasarkan kronologi yang disampaikan polisi, Andi ditangkap bersama dengan seorang wanita. Dalam kamar hotelnya, ditemukan pula sekotak alat kontrasepsi. Andi disebut berusaha membuang barang bukti ke dalam kloset hingga membuat polisi terpaksa membongkarnya.
Menanggapi penangkapan Andi, beberapa perwakilan Partai Demokrat mengaku kaget. Mereka menyebut belum mendapatkan laporan lengkap soal penangkapan Andi yang diduga menggunakan narkoba.
Ketua DPP Demokrat, Jansen Sitindaon, mengaku masih akan menunggu kabar lebih lanjut dari polisi. "Kita tunggu dari polisi saja. Kita tunggu pernyataan resminya," terang Jansen seperti dilansir CNN Indonesia pada Senin (4/3).
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik mengaku kaget dan tak mengira jika Andi memakai narkoba. "Ah Andi tidak pakai narkoba," ujar Rachland masih dilansir CNN Indonesia.
Di sisi lain, Waketum Partai Gerindra, Arief Poyuono, justru menyalahkan pemerintahan Presiden Joko Widodo terkait penangkapan Andi. Menurutnya, Andi hanyalah korban yang harus segera direhabilitasi. Ia juga mengkritisi pengguna narkoba yang meningkat di era Jokowi.
"Andi Arief cuma jadi korban kegagalan pemerintah Joko Widodo dalam pemberantasan Narkoba di Indonesia. Peredaran Narkoba sendiri bukannya makin menurun malah makin banyak di era Joko Widodo dan makin mengancam generasi Indonesia," ujar Arief kepada wartawan seperti dilansir Detik. "Yang pasti Andi Arief itu korban dan mungkin pengonsumsi narkoba, maka Andi Arief harus segera direhabilitasi saja dari ketergantungan narkoba di Rumah Rehabilitasi dari ketergantungan narkoba milik negara."
Arief Poyuono lantas berharap agar kasus Andi Arief ini tak dipolitisasi. Ia juga menyarankan agar Andi segera direhabilitasi karena merupakan korban penyalahgunaan narkoba.
(wk/silm)