Celetukan Steven Spielberg ini muncul usai 'Roma' meraih penghargaan dalam ajang Oscar 2019.
- Luthfiatun Nisa
- Selasa, 05 Maret 2019 - 15:48 WIB
WowKeren - Sutradara kondang Steven Spielberg sukses memancing kontroversi lantaran terang-terangan berupaya "mengusir" film-film besutan Netflix dari ajang Oscar berikutnya. Menurut sutradara yang juga menjadi petinggi lembaga Academy of Motion Picture Arts and Sciences (AMPAS) ini, film-film Netflix perlu dikaji ulang sebelum benar-benar dinilai layak masuk dalam Oscar.
"Steven (Spielberg) merasa perbedaan antara layanan streaming dan teater perlu ditegaskan. Ia berharap mendapat dukungan," ungkap salah satu juru bicara Amblin, studio film milik Steven.
Celetukan Steven Spielberg ini tentunya muncul usai "Roma" meraih penghargaan Best Foreign Language Film dalam ajang Oscar yang digelar pada 24 Februari lalu. Film besutan Netflix ini memang diketahui meraih cukup banyak penghargaan di ajang bergengsi, terutama atas kinerja Alfonso Cuaron selaku sang sutradara.
Menanggapi "serangan" yang dilayangkan oleh Steven pada pihak mereka, Netflix rupanya tak mau tinggal diam. Meski tidak secara langsung menyebut nama sutradara kondang itu, Netflix menyampaikan bahwa apa yang mereka lakukan adalah bagian dari kecintaan terhadap film secara mengglobal.
"Kami cinta film. Ini beberapa hal yang juga kami cintai: Akses untuk orang-orang yang tidak selalu sanggup membayar, atau tinggal di kota tanpa bioskop," tulis Netflix melalui akun Twitter resmi mereka. "Hal-hal ini tidak (bisa) berdiri sendiri."
We love cinema. Here are some things we also love:
— Netflix Film (@NetflixFilm) 4 Maret 2019
-Access for people who can't always afford, or live in towns without, theaters
-Letting everyone, everywhere enjoy releases at the same time
-Giving filmmakers more ways to share art
These things are not mutually exclusive.
Sebelumnya, Steven memang menuturkan bahwa film-film Netflix seharusnya dinominasikan untuk Emmy Awards, penghargaan yang juga bergengsi. Namun alih-alih kategori film, proyek-proyek Netflix tersebut dinilai lebih cocok masuk dalam nominasi serial televisi.
"Dia (Steven) akan senang jika (petinggi AMPAS) yang lain akan setuju dengan kampanyenya ketika (peraturan) itu muncul. Dia akan melihat apa yang akan terjadi," ungkap perwakilan sutradara "Ready Player One" tersebut dilansir Variety pada Selasa (5/3).
Persoalan mengenai layak atau tidaknya film Netflix berada di ajang Oscar memang bukan perkara baru. Jauh sebelum "Roma" masuk dalam nominasi Oscar 2019, keikutsertaan Netflix dalam ajang penghargaan bergengsi ini memang sudah diributkan. Hal tersebut lantaran film-film Netflix dianggap tidak mematuhi aturan jangka waktu putar di bioskop (theatrical window).
Selama ini Netflix memang paling lama hanya memutar film mereka di bioskop kurang dari sebulan. Setelah itu, mereka langsung merilisnya di seluruh dunia via layanan streaming.
"Menurutku film yang hanya diputar kurang dari sepekan di bioskop tidak pantas masuk nominasi Oscar," ujar Steven pada 2018 lalu, jauh sebelum "Roma" dinominasikan dalam ajang Oscar tahun ini.
(wk/luth)