Selain itu, Fahri juga mengungkapkan bahwa dirinya telah lama mengkhawatirkan kebebasan berpendapat di Indonesia.
- Nur Islamiyah
- Kamis, 07 Maret 2019 - 15:42 WIB
WowKeren - Seorang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Robertus Robet dijemput paksa dan dibawa ke Mabes Polri untuk menjalani pemeriksaan pada Kamis dini hari (7/3) ini. Robet ditangkap karena diduga telah melakukan penghinaan terhadap institusi TNI saat melakukan orasi di Aksi Kamisan di Monumen Nasional (Monas) pada Kamis pekan lalu.
Menanggapi penangkapan Robet, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyesalkan hal tersebut. Ia mengaku telah mengenal dosen Universitas Negeri Jakarta itu sejak masih menjadi mahasiswa.
"Saya kenal Robert sejak kuliah di UI, lawan debat yang berat, dan berbeda dalam banyak hal," tulis Fahri di akun Twitter miliknya. "Tapi penangkapan dia oleh aparat adalah tragedi pada kebebasan berpendapat dan ekspresi. Dia hanya mengingatkan kita soal bahaya #DwiFungsiABRI, masa lalu kita yg kelam."
Selain itu, Fahri juga mengungkapkan bahwa dirinya telah lama mengkhawatirkan kebebasan berpendapat di Indonesia. Ia memberi contoh kasus Ahmad Dhani, Ratna Sarumpaet, Neno Warisman dan lainnya.
Aku sudah lama mengkhawatirkan tindakan aparat terkait kebebasan berpendapat. Tapi kalian menikmati benci kalian kepada yang ditangkap dan dipersekusi; Ratna, Dhani, Neno, slamet, dan banyak lagi.sekarang kezaliman ini mendekati kita dan kalian mau apa? Ayo puji aparat Kalian!
— #2019WAJAHBARU (@Fahrihamzah) March 7, 2019
"Aku sudah lama mengkhawatirkan tindakan aparat terkait kebebasan berpendapat," katanya. "Tapi kalian menikmati benci kalian kepada yang ditangkap dan dipersekusi; Ratna, Dhani, Neno, slamet, dan banyak lagi.sekarang kezaliman ini mendekati kita dan kalian mau apa? Ayo puji aparat Kalian!"
Sementara itu, Aliansi Dosen UNJ untuk Kebebasan Demokrasi buka suara. Menurut aliansi tersebut, lagu yang dinyanyikan Robet dan diduga menghina TNI itu telah ada sejak aksi 1998. Robet sendiri telah memberikan klarifikasi mengenai hal tersebut lewat video.
"Ya itu yang saya bilang bahwa Pak Robet sudah mengklarifikasi dalam sebuah video bahwa lagu itu tidak dia ciptakan sendiri, lagu itu sudah ada di aksi Mei '98," tutur perwakilan Aliansi Dosen UNJ, Rakhmat Hidayat, di Mabes Polri, Kamis. "Dan Robet tidak menghina TNI sebenarnya. Intinya kan itu."
(wk/nris)