Istri Zul yang tak mau disebut pasrah saat mengetahui suaminya dijatuhi hukuman mati menyindir salah satu headline berita di media sosial.
- Trias Rohmadoni Alandari
- Senin, 11 Maret 2019 - 16:10 WIB
WowKeren - Sempat dinyatakan menghilang saat mengadakan konser di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, vokalis band Zivilia, Zulkifli ternyata telah ditangkap polisi pada 28 Februari lalu karena terjerat kasus narkoba.
Dari penangkapan Zul dan tiga tersangka lain, ditemukan narkoba jenis sabu sebanyak 50,6 kilogram dan ekstasi 54 ribu butir. Oleh sebab itu, Zul disebut sebagai pengedar narkoba dengan ancaman hukuman mati.
Di sisi lain, istri Zul, Retno Rahmawati mengaku tidak pernah tahu suaminya mengonsumsi barang haram tersebut. Ia pun kaget mendapati pelantun lagu "Aishiteru" tersebut ditangkap polisi. Ia juga mengatakan selama ini tidak pernah melihat perilaku dari Zul yang mencurigakan. Tak hanya itu, Retno mengaku kebingungan soal kasus narkoba suaminya.
Berita penangkapan kasus narkoba Zul tersebut sudah ramai dan banyak diperbicangkan publik. Rupanya, ada salah satu berita tentang Zul yang membuat Retno geram. Dalam headline tersebut tertulis bahwa Retno pasrah bila Zul terancam hukuman mati.
Melalui unggahan dalam Instagram Story, Retno meluapkan kekesalannya. "Berita kalo gak digoreng gak lakuu," tulis Retno. "Sampai saat ini saya tidak habis fikir kenapa sampe separah ini berita yang beredar. Semoga Allah Subhanahu Wa Ta'Ala mengampuni dosa2 kalian semua."
Dilansir dari DetikHot, kuasa hukum Zul, Elbasri sebelumnya memang menyebut Retno tabah dan ikhlas bila sang suami terancam hukuman mati. Hal tersebut diungkap oleh Elbasri saat ditemui di Reserse Narkoba Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu.
"Syok pasti ya. Tapi dia tabah," kata Elbasri. "Udah seperti ini dan ikhlas."
Namun Retno membantah pernyataan tersebut. Ia menyangkal dirinya pasrah bila suaminya dihukum mati. "Sejak kapan saya bilang begitu? Bikin berita jangan main comot-comot aja. Cari tahu dulu jangan asal bikin beritu,” tulis Retno di kolom komentar saat mengomentari salah satu headline berita di media sosial itu.
(wk/tria)