Sebulan Jelang Pemilu, Data KPU Diretas Hacker Asal Tiongkok dan Rusia
Instagram/kpu_ri
Nasional

Pihak KPU menegaskan bahwa serangan semacam itu tak akan mengganggu Pemilu 2019.

WowKeren - Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyimpan data-data yang sangat penting untuk menyelenggarakan pemilihan presiden (Pilpres). Namun, apa jadinya jika data-data tersebut diretas oleh orang yang tidak bertanggung jawab?

Satu bulan menjelang digelarnya Pemilu, KPU menemukan adanya upaya peretasan data. Kali ini, peretas berasal dari luar negeri, yakni Tiongkok dan Rusia.

Komisoner KPU Evi Novida Ginting mengatakan bahwa kejadian ini bukan pertama kalinya. Ia menyebut ada banyak upaya peretasan data KPU selain dari hacker asal Rusia dan Tiongkok itu.

"Enggak hanya mereka (China dan Rusia) semua, banyak," kata Evi dilansir dari Kumparan, Rabu (13/3). "Saya enggak begitu hapal IP address dari mana saja, tapi ada beberapa."

Evi mengatakan bahwa pola serangan hacker ada bermacam-macam. Ada yang sifatnya hanya mengubah tampilan (deface). "Nah, itu macam-macam (serangannya), ada yang deface saja, ya macam-macam yang diserang itu," imbuh Evi.


Evi menambahkan bahwa pihak KPU tidak berpedoman pada IT untuk mengolah maupun melakukan penghitungan. Sebaliknya, proses penghitungan suara dilakukan secara manual.

"Kita tidak menggunakan IT untuk mengolah atau melakukan penghitungan, kan bukan data itu," jelas Evi. "Kita enggak menggunakan IT, kita manual dalam penghitungan suara."

Untuk itu, publik tak perlu risau dengan serangan para hacker tersebut. Sebab, Evi memastikan bahwa hal itu tak akan mempengaruhi Pemilu 2019. "Tetap bisa kita amankan ya," pungkasnya.

Senada dengan Evi, Arief juga tak menampik jika ada banyak upaya penyerangan yang ditujukan untuk KPU. Jika dilihat dari IP Address, para peretas tersebut datang dari dalam maupun luar negeri.

"Kalau nyerang ke web kita, itu memang ada terus dan itu bisa datang dari mana-mana," kata Arief di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (13/3). "Kalau dilihat dari IP address-nya, itu datang dari dalam negeri dan luar negeri."

Arief juga memastikan bahwa KPU akan berusaha untuk menjaga keamanan data mereka. "Orang kan mau nyerang kan datang terus tapi kita berupaya membentengi supaya tetap aman," imbuhnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait